Berita

Imam Suroso/RMOL

Politik

PDIP: 2019 Salah Melangkah, Indonesia Bisa Seperti Suriah

SENIN, 01 OKTOBER 2018 | 11:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Kekacauan di Suriah akibat adanya perang saudara yang berkecamuk ditambah represifnya sikap Presiden Bashar Al Asad membuat negara dengan ibukota Damaskus itu semakin porak-poranda.

Politisi PDI Perjuangan, Imam Suroso mengingatkan bahaya itu kepada rakyat Indonesia pada tahun 2019 mendatang untuk tidak salah melangkah alias salah memilih pemimpin.

"Rakyat Indonesia 7 bulan lagi harus melek politik karena salah melangkah kita bisa seperti Suriah. Suriah itu presidennya emosional, main tangkap main sikat, main culik kepada rakyatnya," ungkap Imam saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10).


Anggota Komisi IX DPR tersebut menilai jika presidennya emosional seperti Bashar Al Asad maka akan berbahaya buat kehidupan rakyat.

"Ketika rakyat dihajar, mesti sedulurnya ngamuk, bapak ibunya ngamuk, perang terhadap presiden dengan rakyat pasti akan terjadi," imbuhnya.

Dia pun menyebut, rakyat yang kalah pun akhirnya meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Begitu pun pemerintahnya, juga meminta bantuan kepada Rusia. Akhirnya Suriah menjadi lahan pertempuran dua kekuatan besar yang membuat rakyatnya sengsara.

"Semua bayar semua, rakyat juga bayar ke Amerika, Rusia juga dibayar oleh pemerintah. Rakyat yang minta suaka lari ke laut akhirnya tidak diterima di mana-mana," terangnya.

Anggota DPR asal Pati mengingatkan agar nasib Indonesia jangan sampai seperti Suriah hanya gara-gara salah memilih pemimpin.

"Apakah Indonesia ingin seperti itu, karena presiden itu menentukan nasib. Kasihan anak cucu kita kalau kita seperti Suriah," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya