Berita

Al Muzammil Yusuf/Net

Hukum

DPR Minta Polri Ungkap Pembuat Video Hoax Pengeroyokan Suporter

SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 | 14:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Polri memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan kasus penyebaran video pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirila berisi kalimat tauhid yang ternyata hoax.

Begitu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Al Muzammil Yusuf usai diskusi perspektif Indonesia bertajuk "Masihkah Ada Harapan Pada Sepakbola Kita" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9).

"Itu oknum yang tidak bertanggung jawab saya kira harus diproses dengan tegas, dan kepolisian harus mecarinya terhadap mereka yang sudah menyebarkan di medsos bahwa video kalimat tauhid seakan-akan benar," kata Muzammil.


Dia berpandangan, pembuat dan penyebar video tersebut sangat keji selain membawa olahraga menjadi ajang ujaran kebencian juga melecehkan agama Islam.

"Itu harus dapat hukuman keras," pungkas Muzammil, politisi PKS itu.

Sebelumnya, buntut cuitannya di akun twitter soal video pengeroyokan suporter Persija berisi kalimat tauhid, Denny Siregar dilaporkan oleh Aliansi Santri Indonesia ke Bareskrim Mabes Polri.

Kuasa hukum Aliansi Santri Indonesia, Muhammad Fayyadh menjelaskan, Denny dianggap telah menistakan agama lantaran cuitanya tersebut dapat menyulut amarah umat Islam.

"Kalimat tauhid yang dijadikan objek. Cuitannya membuat resah umat muslim di Indonesia," kata Fayyadh sebelum melapor di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Kamis (27/9).

Fayyadh menyesalkan sikap Denny yang seolah sengaja memprovokasi dengan tidak melakukan tabayun terlebih dulu apakah suara video pengeroyokan suporter Persija itu ada kalimat tauhid yang ternyata belakangan dinyatakan hoax. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya