Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir mengakui terjadi penunjukkan langsung pengerjaan proyek PLTU Riau-1. Namun dia membantah penunjukkan langsung dilakukan terhadap Blackgold Natural Resources Limited.
"Penunjukkan langsung itu untuk anak perusahaan (PLN)," kata Sofyan usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9).
Proyek PLTU Riau 1 digarap oleh konsorsium yang terdiri atas Blackgold, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Anak perusahaan PLN yang dimaksud Sofyan Basir mendapat penunjukkan langsung proyek tersebut adalah PJB dan PLN Batubara. Konsorsium akan mengembangkan, membangun, mengoperasikan dan memelihara tambang batubara mulut berukuran 2 x 300 MW PLTU Riau 1.
Berdasarkan LoI, konsorsium memasukkan PPA definitif dengan PLN setelah dipenuhinya syarat dan ketentuan tertentu. Setelah diterimanya LoI, konsorsium akan membentuk perusahaan patungan untuk menyelesaikan perjanjian offtaker tetap jangka panjang dengan anak usaha Blackgold, PT Samantaka Batubara, untuk memasok batubara ke PLTU Riau 1.
Berdasarkan LoI, konsorsium memasukkan PPA definitif dengan PLN setelah dipenuhinya syarat dan ketentuan tertentu. Setelah diterimanya LoI, konsorsium akan membentuk perusahaan patungan untuk menyelesaikan perjanjian offtaker tetap jangka panjang dengan anak usaha Blackgold, PT Samantaka Batubara, untuk memasok batubara ke PLTU Riau 1.