Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Caci Maki Di Forum Tertinggi

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 05:15 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

TURKI akhirnya menyerah. Menyerah? Begitulah klaim Amerika. Pastor yang ditahan Turki akan segera dibebaskan. Mungkin bulan depan.

Begitulah klaim Menlu Amerika  kemarin. ''Mestinya hari ini pun bisa dibebaskan,'' katanya.

Saat ini memang banyak pemimpin dunia kumpul di New York. Ada sidang umum PBB. Menlu Turki, Menlu Tiongkok, Menlu Iran, Menlu Korut, ada di sana. Saling memanfaatkan kesempatan. Untuk saling bertemu.


Menlu Turki segera bertemu Menlu Amerika. Membahas soal penahanan pastor asal North Carolina. Yang sudah 25 tahun tinggal di Turki. Yang ditangkap setelah kudeta yang gagal. Dua tahun lalu. Ia dianggap terlibat kudeta.

Berita akan adanya pertemuan itu sudah sejuk. Bagi pelaku bisnis di Turki. Mata uangnya, Lira, langsung menguat 3 persen.

Menyerah? Setelah terlanjur babak belur? Setelah Lira anjlok 40 persen? Setelah inflasi meroket 17 persen? Setelah suku bunga terpaksa dinaikkan menjadi 24 persen?

Kita belum tahu hasil pembicaraan itu. Detilnya seperti apa. Hanya soal pembebasan pastor atau sekaligus mencabutan sanksi Amerika.

Menlu Tiongkok memilih bertemu sesepuh diplomat Amerika: Henry Kissinger. Yang ternyata masih sehat. Sudah berumur 95 tahun. Si pencipta diplomasi ping-pong. Yang mencairkan hubungan diplomatik Amerika-Tiongkok. Di zaman presiden Richard Nixon.

Tiongkok curhat. Kok kini, di zaman Presiden Donald Trump ini, Amerika begini: bersikap seperti zaman perang dingin.

Trump memang baru saja memberikan pidato di PBB. Membanggakan diri. Sebagai presiden paling sukses membangun ekonomi.

Itu tidak penting di mata para delegasi. Trump sudah biasa menyombong begitu. Bahkan pers Amerika mencatat sisi negatifnya: bagaimana forum itu mentertawakan pidatonya.

Tapi ada yang serius. Dan membahayakan. Trump mencaci-maki Tiongkok di forum dunia itu. Yang kita sudah hafal isinya.

Perang dagangnya dengan Tiongkok masih terus digeber. Awal minggu ini seperti persiapan parade kemenangan. ''Kita segera memenangkan perang dagang ini. Segera,'' kata Trump.

Pejabat lain mengatakan kemenangan sudah di depan mata. Kemenangan itu lebih mudah dicapai dibanding gambaran awalnya.

Kita tidak tahu apa indikasi 'kemenangan sudah dekat' itu. Ekonomi Tiongkok yang melambat? Atau ada tanda-tanda Tiongkok akan menyerah? Seperti Turki?

Rasanya belum ada tanda-tanda ke arah itu. Tiongkok masih terus melawan. Terus melakukan tit-for-tat. Bahkan menghentikan perundingan. Tidak mau lagi datang. Saat diundang ke Amerika. ''Kami tidak bisa berunding dengan cara pisau ditempelkan di leher kami,'' kata jururunding Tiongkok yang juga wakil menlu itu.

Rasanya Tiongkok akan memilih wait and see. Sampai pertengahan November. Saat dilakukannya pileg paro musim di sana.

Asumsinya: Trump akan terus agresif sampai tanggal itu. Sebagai dagangan kampanye untuk para caleg dari Partai Republik.

Politik memang sering mengalahkan ekonomi. Sayang sekali. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya