Berita

Advertorial

Indonesia-Aljazair Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bidang Infrastruktur

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 02:50 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan, Permukiman dan Perkotaan, dan Kota Aljazair Abdelwahid Temmar di Algiers, Aljazair, Senin (24/9).

Dalam pertemuan tersebut disamping membahas mengenai progres kerjasama di bidang infrastruktur yang sedang berlangsung, keduanya juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru dengan penambahan ruang lingkup kerjasama teknik dalam pengembangan rumah tahan gempa.  

Di samping itu juga dijajaki potensi keterlibatan BUMN Karya pada proyek infrastruktur lainnya di Aljazair terutama PT. Wijaya Karya (WIKA) yang telah merintis ekspor jasa konstruksi di Aljazair.


Menteri Basuki mengatakan sangat optimis bahwa ke depan banyak peluang kerjasama salin menguntungkan bagi kedua negara dalam bidang infrastruktur. Pertemuan juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah dan Direktur Utama PT. WIKA Tumiyana.

Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi nasional terus mendorong BUMN, kontraktor maupun operator nasional, untuk dapat meningkatkan kualitas agar memiliki daya saing dalam berkompetisi secara global dan mampu memenuhi standar internasional sehingga akan meningkatkan ekspor jasa konstruksi nasional.

Usai pertemuan, Menteri Basuki melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek PT. WIKA, yaitu pembangunan 1.700 unit Logement atau Rumah Susun yang berada di Baraki dan El Harrach, Provinsi Alger. Dalam kunjungan lapangan ini, Menteri Basuki menyampaikan bahwa PT. Wijaya Karya telah menunjukkan hasil kerja yang baik, dan mengharapkan kepada seluruh karyawan PT. WIKA di lokasi proyek untuk dapat selalu menunjukkan kinerja yang terbaik.

"Kebanggaan bagi Kementerian PUPR melihat kiprah PT. Wijaya Karya di Aljazair. PT. WIKA sebagai rujukan pembangunan infrastruktur di negara ini. Untuk teknis pekerjaan, kualitas pekerjaan tidak perlu diragukan. You are in the right hand, you can sleep well," ujar Menteri Basuki kepada pemilik pekerjaan.

Menteri Basuki juga membandingkan hasil kerja PT. WIKA dengan pembangunan Grand Mosque yang dikerjakan oleh kontraktor negara lain, dimana hasil pekerjaan PT. WIKA lebih baik. PT. WIKA harus bersiap untuk proyek yang lebih besar selanjutnya. Kepada para pekerja, Menteri Basuki berpesan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga nama baik bangsa Indonesia.

Terdapat empat proyek pembangunan rumah yang tengah dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya di Aljazair dengan total nilai Rp 2,1 triliun dan melibatkan sebanyak 480 orang pekerja. Proyek pertama adalah pembangunan 1.700 unit Logement yang terbagi menjadi 70 blok dengan per blok berjumlah 25 unit bangunan terdiri dari 5 lantai. Proyek bernilai Rp 629 miliar dimulai pada September 2017 dan ditargetkan selesai dalam 24 bulan dimana progresnya telah mencapai 20 persen.

Proyek kedua yakni pembangunan 2.250 Logement di Ain Defla dan Khemis Miliana di Provinsi Ain Defla. Nilai proyek sebesar Rp 851 miliar yang dimulai September 2017 dan waktu penyelesaian 28 bulan. Proyek ketiga, pembangunan 400 Logements di Kourifa dengan nilai Rp 155 miliar yang dimulai sejak Mei 2017 selama 18 bulan. Proyek keempat adalah pembangunan 1.000 Logements di Souidania senilai Rp 390 miliar selama 26 bulan sejak Maret 2017.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Duta besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana, Direktur Operasi III PT. WIKA Destiawan Soewardjono, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Dewi Chomistriana, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya