Berita

Romi/Net

Politik

Romi: Penyaluran Bantuan Di Lombok Terkendala Birokrasi

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 12:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyaluran bantuan dari pemerintah kepada korban bencana gempa di Lombok mengalami masalah dalam birokrasi.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy usai dirinya mendatangi lokasi gempa di Dusun Sandongan, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat beberapa waktu lalu. Romi mengaku melihat ada kemacetan dari birokrasi penyaluran bantuan tersebut.

“Karena memang itu diambilkan dari yang ada di anggaran bendahara umum negara maupun yang dicadangkan untuk BNPB," ujar Romi, sapaan akrabnya, lewat keterangan tertulis, Selasa (25/9).


Romi memastikan bahwa pemerintah sudah sesuai dengan peraturan membantu pembiayaan rehabilitasi rumah yang terkena bencana. Pemerintah bahkan menyampaikan hal tersebut secara terbuka dengan maksud agar pencairan dana bisa cepat.

Namun demikian, dia mengaku masih mendapatkan laporan dari lapangan tentang pencairan yang tersendat. Akibatnya, masyarakat masih belum membersihkan rumah yang rusak akibat gempa.

Romi berharap masyarakat segera mengambil inisiatif untuk segera membersihkan rumah masing masing tanpa menunggu dari bantuan pemerintah.

“Harus gotong royong bersama-sama, untuk membersihkan semua rumah yang menjadi korban,” sambungnya.

Di sisi lain, Romi mendesak kepada ketua RT dan RW untuk segera mengidentifikasi data korban gempa. Selain itu, dia meminta agar tidak ada  orang atau kelompok yang coba ambil kesempatan atas penderitaan warga.

"Karena kita juga tahu bahwa ada saja pihak-pihak yang selalu berikhtiar menggunakan kesempatan dalam kesempitan," demikian Romi. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya