Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Apa Karena Alasan Metafisika, Nomor Urut Capres Ditambah 0?

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 09:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 berbeda dengan pilpres sebelumnya. Sebab ada penambahan angka 0 dalam nomor urut tersebut.

Ekonom senior DR Rizal Ramli menilai penambahan angka 0 tidak rasional. Dia meminta KPU untuk bisa menjelaskan alasan ada penambahan angka tersebut.

“KPU mohon penjelasan mengapa mesti ditambahkan 0 di depan capres, 01 vs 02?” ujar pria yang akrab disapa RR itu di akun Twitter @RamliRizal, Senin (24/9).


Baginya penambahan angka 0 merupakan hal yang aneh. Pasalnya, dalam gelaran pilpres di seluruh dunia tidak ada yang menggunakan nomor urut diawali dengan angka 0.

Dia kemudian mempertanyakan tentang kemungkinan ada alasan metafisika yang melatari penggunaan nomor urut di pilpres tahun ini.

“Apa karena alasan metafisik? Ajaib, tidak ada di seluruh dunia? Bangsa seharusnya semakin rasional,” tukas Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu

Kicauan ini mendapat balasan dari mantan anggota Komisi III DPR Djoko Edhi Abdurrahman. Dia menduga penggunaan angka 0 itu dilakukan untuk memudahkan manipulasi hasil pilpres.

“Itu memudahkan manipulasi di tingkat bilangan binari (komputer),” timpalnya.

Sementara itu, Koordinator Jurubicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa ide dari penambahan angka 0 bukan datang dari KPU, melainkan dari koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Koalisi Pak Jokowi khawatir bila menggunakan nomor urut 1 atau 2 hanya akan menguntungkan partai tertentu. Koalisi Pak Prabowo dan Bang Sandi sih asyik-asyik aja,” tukasnya di akun Twitter pribadi. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya