Berita

Aburizal Bakrie/Net

Politik

Ical Minta Partai Golkar Solid Dukung Jokowi-Ma'ruf

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 | 17:59 WIB | LAPORAN:

Ancaman perpecahan internal kembali melanda Partai Golkar. Baru-baru ini, ada sekelompok calon anggota legislatif mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres mendatang.

Dukungan yang mereka berikan bertentangan dengan keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang memilih mendukung Joko Widodo untuk menjadi presiden RI di periode 2019-2024.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) mengatakan, berdasarkan keputusan rapat Dewan Pembina tanggal 12 September 2018 lalu, pihaknya meminta semua pengurus DPP partai berlambang pohon beringin itu untuk merapatkan barisan.


Tak hanya itu, dia juga meminta seluruh unsur keluarga besar Partai Golkar, baik itu di tingkat pusat maupun di daerah untuk tetap solid dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

"Soliditas ini terutama diperlukan untuk  menaikkan elektabilitas Partai Golkar dan menambah perolehan kursi legislatif dengan target mencapai kemenangan pada Pileg 2019," katanya dalam pesan elektroniknya, Senin (24/9).

Menurut ARB, perolehan kursi legislatif dalam Pileg 2019 akan menjadi cermin kehormatan bagi Golkar sebagai partai besar, ukuran posisi politik partai dalam pemerintahan dan kenegaraan serta akan menjadi indikasi kesinambungan partai di masa yang akan datang.

Makanya, Ical, sapaan khas Aburizal Bakrie meminta agar kontribusi Partai Golkar dalam Pilpres 2019 dilakukan secara aktif oleh para kader yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Untuk pengurus DPP Partai Golkar, para kader serta unsur lainnya yang tidak tergabung dalam tim sukses Pilpres bisa berkonsentrasi penuh pada  Pileg 2019.

"Perolehan suara 2019 menyangkut kehormatan, posisi politik dan masa depan Partai Golkar," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, lanjut Ical  Dewan Pembina Partai Golkar juga meminta DPP melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) segera melakukan konsolidasi dan mobilisasi total bagi seluruh unsur keluarga besar partai, termasuk para kader senior agar upaya pemenangan partai dapat berjalan effektif dengan hasil maksimal.

Tak hanya itu, Dewan Pembina Partai Golkar meminta pengurus partai untuk melakukan reposisi atau pemantapan kembali posisi Partai Golkar di mata masyarakat.

Konkretnya adalah Fraksi Partai Golkar di DPR RI yang merupakan ujung tombak partai untuk meningkatkan sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah.

"Sikap kritis obyektif konstruktif agar kembali mengemuka sebagai bagian dari pemihakan terhadap rakyat," ujar Ical.

Lebih lanjut Ical juga menyarankan agar konsolidasi dan mobilisasi vertikal hendaknya terus dilakukan. Ketua Umum agar secara intens dapat mengunjungi DPD propinsi dan DPD kabupaten/kota untuk memberikan semangat perjuangan kepada para kader di akar rumput.
 
"Dewan Pembina Partai Golkar menyarankan agar situasi dan perkembangan tersebut hendaknya disikapi secara kritis obyetif oleh DPP Partai Golkar  dan seraya tampil didepan mengambil inisiatif mencari solusi," pungkasnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya