Berita

Yusuf Muhammad Martak/RMOL

Politik

GNPF Ulama: BPIP Belajarlah Pancasila Kepada Habib Rizieq

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 | 18:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mendapat stigma sebagai tokoh yang anti Pancasila dan mendukung berdirinya negara Islam.

Tuduhan tersebut dibantah oleh Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak saat ditemui di Hotel Sofyan, Jakarta, Senin (24/9).

"Jadi gini soal Pancasila, lebih baik BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) itu belajar Pancasila dengan Habib Rizieq," ucap Yusuf.


BPIP sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian langsung berada di bawah presiden yang berfungsi sebagai perumus implementasi nilai-nilai Pancasila hingga kini belum terlihat kinerjanya.

Alhasil, kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini masih jauh dari nilai Pancasila. Yusuf mengingatkan agar gagasan Habib Rizieq soal Pancasila perlu didengar oleh pembuat kebijakan.

"Habib Rizieq itu disertasinya tentang Pancasila jadi beliau mengerti betul," tambahnya.

Soal pernyataan Habib Rizieq yang pernah dianggap menghina Pancasila dengan ucapan 'Ketuhanan di pantat' pun sudah diluruskan oleh Habib Rizieq sendiri.

"Itu kan sesuatu yang terucap seketika tapi juga sudah diluruskan, tapi apa boleh buat sudah terlanjur viral," ujarnya. [fiq]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya