Kwik Kian Gie/Net
Kwik Kian Gie/Net
GARA-GARA terberitakan bahwa mantan Ketua Bapennas merangkap Mahaguru Nasionalisme Ekonomi saya, Drs. Kwik Kian Gie diangkat menjadi Penasehat Ekonomi pasangan calon presiden-wapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maka sekelompok warga dunia maya bukan pendukung Prabowo-Sandi tega menyemooh pak Kwik dengan kata-kata yang kurang pantas saya tampilkan dalam naskah sederhana yang dimuat RMOL ini.
Pemberhalaan
Cemooh ditimpakan kepada pak Kwik hanya akibat berita bahwa beliau diangkat menjadi Penasehat Ekonomi palon capres-wapres tertentu pada hakikatnya merupakan cermin realita tingkat peradaban demokrasi di Indonesia yang memang harus diakui masih pada masa pancaroba alias akhil-baliq masyarakat yang semula sudah terbiasa hidup di alam non-demokratis. Masyarakat belum terbiasa dalam bersikap wajar terhadap para tokoh politik sehingga banyak yang cenderung melakukan pemberhalaan. Pak Kwik menjadi korban gejala pemberhalaan palon capres-cawapres yang kebetulan tidak mengangkat pak Kwik menjadi Penasehat Ekonomi.
Keliru Tafsir
Penulis belajar makna kedaulatan ekonomi Indonesia dari Pak Kwik
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Selasa, 15 September 2026 | 00:25
Selasa, 15 September 2026 | 00:01
Senin, 14 September 2026 | 23:42
Senin, 14 September 2026 | 23:22
Senin, 14 September 2026 | 23:02
Senin, 14 September 2026 | 23:01
Senin, 14 September 2026 | 22:38
Senin, 14 September 2026 | 22:37
Senin, 14 September 2026 | 21:59
Senin, 14 September 2026 | 21:57