Kwik Kian Gie/Net
Kwik Kian Gie/Net
GARA-GARA terberitakan bahwa mantan Ketua Bapennas merangkap Mahaguru Nasionalisme Ekonomi saya, Drs. Kwik Kian Gie diangkat menjadi Penasehat Ekonomi pasangan calon presiden-wapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maka sekelompok warga dunia maya bukan pendukung Prabowo-Sandi tega menyemooh pak Kwik dengan kata-kata yang kurang pantas saya tampilkan dalam naskah sederhana yang dimuat RMOL ini.
Pemberhalaan
Cemooh ditimpakan kepada pak Kwik hanya akibat berita bahwa beliau diangkat menjadi Penasehat Ekonomi palon capres-wapres tertentu pada hakikatnya merupakan cermin realita tingkat peradaban demokrasi di Indonesia yang memang harus diakui masih pada masa pancaroba alias akhil-baliq masyarakat yang semula sudah terbiasa hidup di alam non-demokratis. Masyarakat belum terbiasa dalam bersikap wajar terhadap para tokoh politik sehingga banyak yang cenderung melakukan pemberhalaan. Pak Kwik menjadi korban gejala pemberhalaan palon capres-cawapres yang kebetulan tidak mengangkat pak Kwik menjadi Penasehat Ekonomi.
Keliru Tafsir
Penulis belajar makna kedaulatan ekonomi Indonesia dari Pak Kwik
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Senin, 01 Juni 2026 | 13:12
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
UPDATE
Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13