Kwik Kian Gie/Net
Kwik Kian Gie/Net
GARA-GARA terberitakan bahwa mantan Ketua Bapennas merangkap Mahaguru Nasionalisme Ekonomi saya, Drs. Kwik Kian Gie diangkat menjadi Penasehat Ekonomi pasangan calon presiden-wapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maka sekelompok warga dunia maya bukan pendukung Prabowo-Sandi tega menyemooh pak Kwik dengan kata-kata yang kurang pantas saya tampilkan dalam naskah sederhana yang dimuat RMOL ini.
Pemberhalaan
Cemooh ditimpakan kepada pak Kwik hanya akibat berita bahwa beliau diangkat menjadi Penasehat Ekonomi palon capres-wapres tertentu pada hakikatnya merupakan cermin realita tingkat peradaban demokrasi di Indonesia yang memang harus diakui masih pada masa pancaroba alias akhil-baliq masyarakat yang semula sudah terbiasa hidup di alam non-demokratis. Masyarakat belum terbiasa dalam bersikap wajar terhadap para tokoh politik sehingga banyak yang cenderung melakukan pemberhalaan. Pak Kwik menjadi korban gejala pemberhalaan palon capres-cawapres yang kebetulan tidak mengangkat pak Kwik menjadi Penasehat Ekonomi.
Keliru Tafsir
Penulis belajar makna kedaulatan ekonomi Indonesia dari Pak Kwik
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47
UPDATE
Senin, 29 Juni 2026 | 12:22
Senin, 29 Juni 2026 | 12:07
Senin, 29 Juni 2026 | 12:01
Senin, 29 Juni 2026 | 11:54
Senin, 29 Juni 2026 | 11:32
Senin, 29 Juni 2026 | 11:15
Senin, 29 Juni 2026 | 11:13
Senin, 29 Juni 2026 | 11:07
Senin, 29 Juni 2026 | 10:57
Senin, 29 Juni 2026 | 10:52