Berita

Ahmad Iman/Net

Hukum

Garda BMI Prihatin Dan Mengecam Praktik Perdagangan Manusia

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 13:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perdangan manusia atau human traficking adalah mimpi buruk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Human traficking mengancam sendi-sendi kehidupan.

Sampai saat ini masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan tega demi mengejar keuntungan, memperjualbelikan manusia dengan berbagai modus dan praktik.

Hal itu sebagaimana yang terungkap dalam praktik perdagangan manusia ke China, dan munculnya situs online penyewaan tenaga kerja di Singapura yang melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam kasus tersebut terungkap ada 16 aduan yang keluarganya menjadi korban perdagangan manusia ke China. Mereka dijual dengan harga Rp 400-an oleh calo atau agen perusahaan.


Informasi tersebut didapat ketika salah seorang korban meminta kepada suaminya untuk dipulangkan ke Indonesia. Korban dikawin paksa dan ditahan pulang ke Indonesia karena sang pembeli merasa sudah membayar dengan harga mahal.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Garda Buruh Migran Indonesia (BMI), Ahmad Iman, merasa prihatin dan mengecam praktik perdagangan manusia tersebut.

Dia Menuntut Pemerintah utamanya Direktorat PWNI-BHI (Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia) Kementerian Luar Negeri untuk segera hadir memberikan bantuan hukum kepada korban dan memastikan mereka segera kembali ke Tanah Air dengan selamat.

"Kami meminta kepada Pemerintah RI untuk mendesak kepolisian Cina agar menindak para penadah dan pelaku perdagangan manusia di sana sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku," kata Iman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/9).

Garda BMI juga berharap Kementerian Sosial dan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak untuk memberikan pendampingan atas masalah psikologi dan sosial yang timbul terhadap korban.

Selain itu, Iman mendesak Polri untuk menindak tegas pelaku, penyalur dan semua yang terlibat dalam kasus praktik sesuai dengan UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sampai saat ini, kondisi korban begitu memprihatinkan. Mereka diperlakukan tidak layak, dengan hanya diberi makan seadanya, tidak diberi nafkah dan juga mengalami kekerasan seksual yang berdampak pada fisik dan psikis.

Sementara itu, dalam menyikapi praktik jual beli tenaga kerja online, Iman menganggap hal tersebut sebagai tindakan yang tidak bermoral dan tidab beradab. Situs bernama Carousell yang mengiklankan sistem penyewaan PMI itu, memperlakukan manusia tidak ubahnya seperti barang dagangan yang bisa bebas dijajakan.

Menurut Iman, perdagangan jasa PMI yang dimuat di situs online shop bukan hanya melawan etika dan moral tapi juga hukum dan perundangan yang berlaku, terutama UU ITE yang diyakini bahwa Singapura juga memiliki UU yang serupa.

Untuk itu, Iman mengimbau kepada para calon pekerja terutama calon pekerja migran Indonesia agar aktif menggali informasi tata cara dan prosedur bekerja di luar negeri sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku agar dapat bekerja dengan aman dan terhindar dari masalah.

"Saya berharap kepada PMI untuk tidak ragu segera melapor kepada perwakilan RI kita di negara tujuan jika ada tindakan dari pengguna jasa atau agensi yang dirasa tidak sesuai dengan aturan, kontrak kerja dan pelanggaran-pelanggaran lainnya," tambahnya

Iman mengecam keras pihak-pihak yang menyediakan perdagangan jasa PMI di situs online shop dan menuntut pertanggungjawaban mereka sesuai dengan UU yang berlaku.

Dia menceritakan kasus serupa juga pernah terjadi di Saudi Arabia tahun 2016. Dimana pekerja migran Indonesia dijajakan di sebuah mall untuk disewa dan dipekerjakan dengan upah dan kontrak yang menyalahi aturan.

"Pemerintah RI perlu lebih tegas menyampaikan sikap kepada negara-negara tujuan penempatan PMI," demikian Ahmad Iman. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya