Berita

Andi Arief/Net

Politik

Apresiasi Maaf Asia Sentinel, Demokrat Tetap Investigasi Di 3 Negara

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 06:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat mengapresiasi permohonan maaf yang diajukan Asia Sentinel atas penerbitan artikel yang menyudutkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca: Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat, Dan Rakyat Indonesia

“Permintaan maaf John dan Asia sentinel terhadap SBY, Demokrat dan Rakyat Indonesia kami apresiasi,” ujar Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter @andiarief_, Kamis (20/9).


Namun demikian, Andi memastikan Partai Demokrat tetap melakukan investigasi tentang kemunculan artikel “Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy", atau "Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar" yang ditulis John Berthelsen di situs yang berbasis di Hongkong tersebut.

Investigasi dilakukan Demokrat di tiga negara, yaitu Hongkong, Mauritius, dan Amerika Serikat. Bahkan kini perwakilan Demokrat sudah ada di Hongkong bersama dengan Dewan Pers Indonesia.

“Saat ini, Sekjen Hinca Pandjaitan berada di Hongkong bersama Dewan Pers Indonesia,” tutur Andi.

Demokrat, juga mengapresiasi media di Indonesia yang turut menyampaikan permintaan maaf dengan mengklarifikasi berita tentang Asia Sentinel.

Sementara mengenai nama-nama yang ikut terlibat dalam menyebarkan fitnah lewat Asia Sentinel yang diduga ada di lingkar Istana, Demokrat akan menyerahkannya ke Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Termasuk penjelasan John berthelsen dan Lin Neuman plus hasil investigasi,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya