Berita

Video Yahya Waloni/Net

Politik

Ternyata, Video "Yahya Waloni Masih Pendeta" Mencatut Foto Putut Prabantoro

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 | 11:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Gerakan Ekayastra Unmada AM Putut Prabantoro mengaku kaget dan perlu meluruskan gambar dirinya yang dijadikan sampul video di YouTube yang tidak berkaitan dengan dirinya.

Dalam sebuah video berjudul “Bukti !!! Video Yahya Waloni Masih Pendeta”, gambar Putut saat berswafoto dengan Paus Fransiskus dijadikan ilustrasi tautan. Diduga pengunggah mengira bahwa Putut adalah pendakwah Yahya Waloni, yang pada video berdurasi 9.59 menit dijadikan sebagai materi utama.

“Penggunaan foto yang jelas hoax ini dapat menimbulkan salah paham dari para pihak yang terkait dengan unggahan tersebut. Lebih jauh lagi, bukan tidak mungkin pemasangan foto ini akan memancing permasalahan baru,” tutur alumnus Lemhanas-PPSA XXI ini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/9).


Putut mengaku kaget sekaligus geli saat mendapat link YouTube yang diunggah akun Ancoreh sejak sembilan bulan lalu itu. Ini lantaran pengunggah telah melakukan penyebaran informasi bohong atau hoax terhadap publik.

“Namun saya tidak dapat memahami maksud pengunggah video tersebut,” sambungnya.

Putut menjelaskan bahwa foto yang dijadikan thumbnail di link https://youtu.be/PgkpV0UZbtA itu adalah foto dirinya saat melakukan selfie dengan Paus Franciscus di halaman Basilica St. Petrus, Vatikan, pada Oktober 2015.

Foto tersebut menjadi berita di berbagai media Indonesia karena merupakan foto yang langka tentang orang yang berselfie dengan Paus Fraciscus menggunakan tongsis.

Adapun hingga berita ini diturunkan, video yang isinya tentang ceramah Yahya Waloni itu telah ditonton oleh lebih dari 25 ribu penonton. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya