Berita

Rhenald Kasali/Net

Politik

Perombakan Di BUMN Tidak Perlu Dikhawatirkan

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 | 08:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perombakan struktur pengurus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, perombakan itu bertujuan untuk memenuhi tuntutan kemampuan manajemen dan memberikan kesempatan kepada figur yang terbukti punya kapasitas dalam mengelola perusahaan pelat merah maupun swasta.

Begitu kata Gurubesar Manajemen Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali menanggapi perombakan jajaran komisaris dan direksi di PT Garuda Indonesia, PT Pertamina, PGN, Jasa marga dan yang lain.

"Sebenarnya pergantian di tubuh BUMN amat terkait dengan efektivitas kepemimpinannya. Prinsip the person on the right place dan zamannya," ujar Rhenald dalam  keterangan tertulis, Selasa (18/9).


Menurutnya, perombakan struktur BUMN ditujukan agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan direksi dalam memenuhi aspirasi pemegang saham, yaitu pemerintah Indonesia dan komisaris.

"Membongkar model bisnis, membangun pendekatan baru atau membuat ambidexterous system. Kalau mau selamat harus memperbaiki business model dan itu fundamental," ucap Rhenald.

BUMN bukan hanya dituntut melaksanakan kepentingan misi koorporasinya secara murni, namun ada yang lebih prioritas, yaitu merealisasikan tujuan serta misi negara.

"Saya kira pemerintah semakin pandai menatanya. Tidak ada agenda politis. Pemerintah akan memilih orang-orang yang dipercaya dan elemennya selain sudah dikenal, karier kinerjanya bagus. Jadi tidak usah khawatir," kata Rhenald. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya