Berita

Sel Mewah Novanto/Net

Hukum

Sel Novanto Mewah, Kemenkumham Harus Diaudit!

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 | 19:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sel narapidana kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Setya Novanto terbilang mewah dibanding sel napi lainnya. Hal tersebut terungkap setelah Ombudsman RI, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Lapas Sukamiskin, Kamis (13/9) lalu.

Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda mengatakan, kasus sel mewah bukan kali pertama. Bahkan sudah menjadi konsumsi publik dan terjadi berulang kali.

Oleh karena itu, Chairul menambahkan, untuk mencegah hal serupa terjadi harus dilakukan audit secara menyeluruh di lingkungan Kemenkumham.


"Solusinya harus diaudit, rebuild system, dan personil reform," kata Chairul dalam keteranganya, Selasa (18/9).

Dia memandang, mewahnya sel tahanan Novanto karena lemahnya pengawasan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

"Itu masalahnya, ini soal lemahnya pengawasan dan juga mental aparat lapas yang buruk," ujarnya.

Menurut dia, mengenai pintu kamar masing-masing napi tidak digembok oleh petugas dari luar, lantaran sistem yang tidak berjalan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Sehingga Hal ini membuat para penghuni leluasa keluar masuk kamar. Bahkan saat sidak Ombudsman memeregoki mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazaruddin tengah nongkrong di kamar sel Novanto.

"Tentu tidak akan terjadi kalau sistem dan aparat lapas berfungsi sebagaimana mestinya," ujar penasihat ahli Kapolri itu. [fiq]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya