Berita

Susilo Bambang Yudhoyono/RMOL

Politik

HUT Demokrat, SBY Paparkan Keberhasilan 10 Tahun Berkuasa

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 20:05 WIB | LAPORAN:

Amanah sebagai Presiden Republik Indonesia tidak mudah. Apalagi, saat kondisi Indonesia belum stabil secara ekonomi pasca krisis tahun 1998.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato politik HUT Partai Demokrat ke-17, Senin (17/9) malam.

"Kita masih menjalani transisi baik politik, ekonomi, hukum maupun keamanan. Bahkan, sebelumnya sejumlah pihak meramalkan Indonesia akan tercerai berai dan menjadi negara gagal (failed state). Kita berterima kasih kepada para Presiden sebelum saya, yang bekerja keras, dan ikut meletakkan landasan bagi saya untuk membangun kembali Indonesia," kata SBY.


Merujuk hal itu, kata SBY, sebagai presiden saat itu dirinya dan Partai Demokrat memilih tidak terlalu banyak berjanji.

"Daripada gagal untuk menepatinya. Tekad kita dulu adalah bekerja sekuat tenaga untuk memulihkan keadaan, dan membuat Indonesia lebih baik lagi," ujarnya.

Berangkat dari pahitnya kehidupan rakyat di masa krisis, lanjut SBY, terutama kaum miskin dan kurang mampu. Pihaknya menetapkan Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang berjudul Strategi 4 Jalur. Yaitu, pro pertumbuhan, pro lapangan pekerjaan, pro pengurangan kemiskinan dan pro lingkungan hidup.

"Alhamdulillah, dengan segala kekurangan yang kita miliki dulu, serta berkat kerja keras kita semua, visi dan sasaran-sasaran strategis tersebut dapat kita capai," tuturnya.

SBY memberi contoh, selama 10 tahun pemerintahannya ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 6 persen. Pengangguran turun dari 9,9 persen menjadi 5,7 persen. Kemiskinan juga turun dari 16,7 persen menjadi 10,96 persen.

"Artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6 persen, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan. Sementara itu, lingkungan hidup kita makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi 4 Jalur dapat kita capai. Berarti pula kita dapat memenuhi janji kita," ungkap SBY.

Di luar itu, tambah SBY, pendapatan perkapita naik lebih dari 3 kali lipat dari Rp 10,55 Juta menjadi Rp 36,5 Juta. Kenaikan yang disebutnya tajam  itu membuktikan kehidupan rakyat makin sejahtera.

"Rasio utang Pemerintah terhadap PDB juga menurun tajam dari 56,6 persen menjadi 25,6 persen, termasuk dapat kita lunasinya utang IMF lebih cepat dari jadwalnya," kata dia.[lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya