Berita

Vidi Gunawan/RMOL

Hukum

Adik Andi Narogong Diperiksa KPK Terakit Suap Bupati Labuhanbatu

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 18:02 WIB | LAPORAN:

. Pengusaha sekaligus adik dari terdakwa korupsi KTP elektronik, Andi Narogong, Vidi Gunawan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin sore (17/6).

Vidi diketahui diperiksa penyidik KPK terkait penjualan aset yang dilakukan tersangka suap di lingkungan Pemkab Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap kepada kakaknya, Andi Narogong. Pangonal Harahap adalah bupati Labuhanbatu.

Vidi irit bicara saat ditanya soal motif jual beli aset antara kakaknya dan Pangonal tersebut.


"Mau investasi di sawit saja," singkatnya saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta.

Vidi juga enggan berkomentar lebih jauh soal jual beli aset yang tengah diselidiki lembaga antirasuah ini.

Dia ogah buka mulut lebih jauh soal jual beli aset yang tengah diselidiki lembaga antirasuah ini.

"Tanya ke penyidik," tukasnya sebelum pergi naik mobil.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Pangonal bersama orang kepercayaannya, Umar Ritonga, dan pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra alias Asiong sebagai tersangka.

KPK menduga ada pemberian uang dari Asiong kepada Pangonal terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu TA 2018.

Ada bukti transaksi sebesar Rp 500 juta didapat KPK ketika mereka di OTT. Duit itu diduga merupakan bagian dari pemenuhan permintaan Pangonal yang berjumlah sekitar Rp 3 miliar.

Uang itu diberikan Asiong ke Pangonal melalui Umar Ritonga dan orang kepercayaannya, Afrizal Tanjung dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat.

Belakangan KPK mendapatkan temuan baru bahwa ada penerimaan lain yang diterima Pangonal dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu sebanyak Rp 46 miliar selama periode 2016-2018.

Untuk itu, KPK saat ini tengah mendalami temuan tersebut melalui penelusuran sejumlah aset milik Pangonal, yang diantaranya lahan sawit yang dijualnya kepada Andi Narogong. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya