Berita

Ratna Sarumpaet/Net

Nusantara

Tidak Penyakitan Dan Bukan Teroris, Ratna Sarumpaet Heran Dilarang Masuk Batam

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet dilarang masuk ke negaranya sendiri. Presidium Nasional Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu ditolak masuk Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu kemarin (16/9).

Ratna geram kedatangannya di Batam ditolak oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan diri "Barisan Cinta Damai Kota Batam' pada Minggu siang. Mereka menolak Ratna di Bandara Hang Nadim.

Ratna heran kenapa dia dilarang masuk Batam. Pasalnya, dia tidak memiliki penyakit menular dan bukan seorang teroris.


"Kenapa saya tidak boleh turun di Batam? Apakah saya penyakitan? Apakah ada penyakit menular di tubuh saya? Apakah saya teroris, apakah saya ada tindakan kriminal yang saya lakukan? Buktikan dong," ujar Ratna kesal saat jumpa pers di Bandara Hang Nadim.

Dia mengaku diperlakukan polisi tidak adil. Aparat kepolisian lebih melindungi hak orang yang menolak dia masuk Batam dengan alasan yang terkesan dibuat-buat, ketimbang melindungi haknya menghadiri acara silaturahmi dan diskusi GSI.

"Saya tidak bawa orang, saya cuma sendiri. Saya tidak ngerti mau sampai kapan kita dibuat begini. Saya pun tidak heran banyak rakyat sekarang yang menginginkan ganti presiden," ujar Ratna.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menjelaskan, tidak jadinya Ratna Sarumpaet menjalankan kegiatannya di Batam, karena gelombang penolakan dari berbagai pihak. Upaya kepolisian murni karena pertimbangan kondusivitas keadaan Batam.

Pihak kepolisian mengambil langkah terbaik dengan mempercepat kunjungan Ratna. Dia hanya berada di Bandara Hang Nadim saja sekitar tiga jam.

Ratna sendiri dalam kapasitasnya sebagai Presidium Nasional GSI dijadwalkan menghadiri diskusi GSI Kota Batam pada Minggu siang.

Selain Ratna, diskusi GSI di Kota Batam rencananya juga akan dihadiri Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, mewakili Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dan sejumlah tokoh lainnya.

GSI menjadwalkan akan menggelar diskusi dan deklarasi GSI di 34 provinsi seluruh Indonesia. Sebelumnya, sudah digelar di Kota Pangkalpinang (Bangka Belitung), serta Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau (Sumatera Selatan). [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya