Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

People Power

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 07:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

16 September 2018, Pengurus Pusat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia menyebarkan undangan terbuka kepada rakyat Indonesia untuk menghadiri Rapat Kerja Gabungan (Rakergab) dengan Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan, dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, pada hari Senin 17 September 2018 Pukul 14.00 WIB, di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara I.
 
Agenda


Agenda Rakergab tersebut membahas bagaimana menanggulangi dan mengendalikan defisit keuangan di BPJS Kesehatan yang ditunggu oleh jutaan pasien, dokter, rumah sakit yang terkena imbas dari defisitnya keuangan BPJS yang begitu besar untuk tahun 2018.


Undangan bahkan dilengkapi dengan petunjuk teknis bahwa Rakergab tersebut bersifat terbuka. Masyarakat diperbolehkan melihat dan mendengar rapat tersebut.

Caranya, datang ke DPR dengan membawa KTP, lalu sampaikan kepada petugas ingin ke Balkon Ruang Rapat Komisi IX untuk mengikuti rapat tersebut.

Marilah pasien yang selama ini dirugikan oleh kebijakan BPJS Kesehatan untuk datang menghadiri. Dokter dan pemilik rumah sakit, yang sudah tidak dibayar berbulan-bulan oleh BPJS Kesehatan juga diajak untuk mengawal rapat mereka bersama-sama.

Kepada seluruh insan Pers dimohon meliput acara yang begitu penting bagi jutaan pasien. Diharapkan torehan tulisan pemberitaan dapat menyelamatkan banyak nyawa pasien, bahkan calon pasien.

People Power

Undangan Terbuka yang disebarkan melalui medsos oleh Pengurus Pusat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia membuktikan bahwa ternyata medsos tidak hanya berguna sebagai arena gosip dan hoax belaka, namun dapat berfungsi positif-konstruktif sebagai media people-power yang menyuarakan suara rakyat untuk mengawal kinerja para eksekutif dan legislatif yang telah dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum yang menelan biaya luar biasa besar berasal dari uang rakyat.

Undangan terbuka tersebut juga merupakan indikasi bahwa tata laksana kebijakan BPJS masih belum sempurna diejawantahkan sehingga belum dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia selaras sukma sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia. [***]

Penulis adalah rakyat Indonesia yang prihatin kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia belum kunjung terwujud di persada Nusantara


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya