Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR Sampaikan Kebenaran, Nasdem Jangan Arogan

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 | 13:46 WIB | LAPORAN:

Partai Nasdem tidak terima dengan kritik ekonom senior DR. Rizal Ramli soal impor beberapa komoditas yang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Sekretaris Jenderal jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Satyo Purwanto mengatakan apa yang diungkapkan RR, sapaan Rizal Ramli adalah fakta.

"Terbukti beberapa waktu lalu Mentan dan Menteri KKP sudah mengkonfirmasi kebutuhan garam dan beras serta beberapa komoditas lain," kata Satyo, sapaanya, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (16/9).


Menurut Satyo, selain ada ketidakpatuhan terhadap aturan impor, juga ada ketidaksesuaian jumlah kebutuhan dari komoditas tersebut. Anehnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita ngotot bikin hitungan sendiri sehingga muncul pertanyaan Mendag impor untuk siapa?

"Saat ini neraca perdagangan minus. Artinya, semakin tinggi nilai impor akan berdampak langsung dengan pelemahan rupiah," ujarnya.

Mendag Enggar, kata Satyo, spesialis membuat blunder. Kebijakan dan statementnya kerap membuat masyarakat marah.

"Heran saja Jokowi pakai menteri yang kualitasnya kelas seperti dia. Kami mendukung RR. Apa yang disampaikannya adalah kebenaran dan masyarakat bisa paham kondisi sebenarnya,"  kata Satyo yang akrab disapa Komeng itu.

Partai Nasdem, tambah dia, juga jangan arogan sehingga menyebabkan rakyat marah.

"Kami kekuatan Pro Demokrasi tidak suka dengan cara-cara arogan dan sok kuasa. Kami akan menghadapi kekuatan apa pun di Republik ini yang coba  memanipulasi demokrasi termasuk kelompok yang suka menekan orang karena menyebarkan kebenaran," tegas dia.[lov]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya