Berita

Kopi Geisha/RMOL

Dunia

Cerita Di Balik Kopi Geisha Ternama Dari Panama

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 | 00:28 WIB | LAPORAN:

 Kopi Geisha yang dipanen di gunung tertinggi Panama, Alto de Nique menjadi kopi termahal di negara yang berada di Amerika Tengah itu. Dutabesar Panama untuk Indonesia Debora Ho berbagi pengetahuan tentang kopi tersebut.

Dihasilkan dari pertumbuhan di tempat terbaik, kopi Geisha menjadi incaran bagi para pecinta kopi.

"Terbuat dari ceri kopi pilihan yang dipanen di gunung tertinggi di Panama, kemudian dikeringkan selama delapan hari sampai mencapai kelembaban yang ideal, sekitar 10,5 persen, dan kemudian dijual dengan tampak masih bewarna kehijauan," ungkap Dubes Debora di 1/5 Coffee, Gandaria, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).


Kata dia, bagi siapapun yang merasakan nikmatnya kopi Geisha akan menjadi pengalaman luar biasa yang penuh tanda tanya karena kualitasnya. Maka tak heran, kata dia, harga tersebut mahal.

"Bagi siapa saja yang belum mengalaminya sendiri, kopi Geisha bisa menjadi sesuatu yang penuh teka-teki. Apa sebenarnya yang membenarkan harga kopi Geisha? Jawabannya adalah untuk anda yang belum pernah merasakan kopi ini," tuturnya.

Dubes Debora memaparkan kopi ini ditemukan di Kota Geisha Ethiopia Barat Daya pada tahun 1930-an. Seiring berjalannya waktu, kopi ini tumbuh di Panama yang ditanam oleh para petani saat itu.

Kopi yang terkenal dengan Panama Geisha Coffee ini meskipun tidak berasal dari Panama secara langsung, namun pengelola perkebunan di Kosta Rika telah membuat memperluas perkebunannya di Panama, yakni di Gunung Alto de Nique.

"Anda tidak akan menemukan kopi di muka bumi dengan profil rasa yang lebih beragam dan mempesona. Tergantung di mana biji kopi ditanam dan metode yang digunakan untuk membudidayakannya," lanjutnya.

"Anda bisa melihat perbedaan yang spektakuler dalam rasa yang paling menonjol," tandasnya memperkenalkan kopi Geisha. [ian]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya