Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Polisi Dalami Dugaan Rasuah Di Lingkungan Pemkot Madiun

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 06:47 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Kasus dugaan rasuah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Madiun terus didalami penyidik kepolisian. 

Tim penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, memanggil mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Madiun, Gandhi Hatmoko dan mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Purwo Widagdo, Kamis (13/9).

Keduanya dipanggil terkait dugaan korupsi pengadaan komputer untuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2017 di Dinas Pendidikan Kota Madiun.


Gandhi yang mengenakan kemeja batik warna biru mengaku dimintai keterangan terkait dengan pengadaan komputer untuk SMP pada 2016, ketika masih menjabat sebagai Kadindik Kota Madiun.

"Baru sekali, yang ini 2016. Yang dahulu pernah dipanggil soal pengadaan tahun 2017. Tapi kan waktu itu saya sudah pensiun," kata Gandhi seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (14/9).

Sementara Agus Purwo yang keluar lebih dahulu dari ruang penyidik menyangkal jika dirinya dipanggil  terkait dugaan korupsi pengadaan komputer 2016-2017 oleh dinas pendidikan Kota Madiun.

"Cuma silaturahmi, karena ada kegiatan Disparpora. Rencana kami ada MoU dengan Polres terkait dengan generasi muda. Tadinya saya mau menghadap ke Pak wakapolres," ucap Agus yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Madiun.

Kasus dugaan korupsi pengadaan komputer pada tahun 2016 dan 2017 ini diduga melibatkan sejumlah pejabat di Kota Madiun. 

Program komputerisasi dalam bentuk pengadaan komputer diduga anggarannya diselewengkan, karena pengadaannya tidak sesuai spesifikasi.

Komputer diberikan untuk 14 SMP negeri di Kota Madiun pada 2016 dengan anggaran Rp 16 miliar, dan sebanyak 56 SD negeri di Kota Madiun pada 2017 dengan anggaran Rp 11 miliar. Sehingga total anggaran pengadaan Rp 27 miliar. Masing-masing sekolah menerima pengadaan komputer sebanyak 15 hingga 50 unit per sekolah.

Tidak hanya dugaan korupsi, komputer pengadaan dari Dinas Pendidikan Kota Madiun, sebagian besar komputer yang sudah diserahkan sejak tahun 2017 itu kini tidak dipakai.

Terhitung sejak Maret 2018, atau sekitar tujuh bulan Polres Madiun Kota sudah menyelidiki kasus ini.

Tim penyidik sudah memanggil sejumlah pejabat untuk diminta keterangan di antaranya Kadindik Kota Madiun Heri Wasana, mantan Plt Dindik Heri Ilyus, Bendahara Dinas Pendidikan Kota Madiun Yayuk Kundariyati, Kepala Seksi Pendidikan SMP Kota Madiun Henrikus Titis, serta 24 orang saksi dari kalangan pejabat mulai guru dan pegawai sekolahan sudah diperiksa.

Meski demikian, hingga kini belum satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya