Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra: BPJS Nunggak Bayar Bukti Jokowi Acuhkan Kesehatan Rakyat

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 01:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelemahan nilai tukar yang terjadi selama masa kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla turut membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkena imbas.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono mencatat, pelemahan rupiah yang terjadi selama empat tahun terakhir dan puncaknya terjadi beberapa pekan lalu yang tembus Rp 15 ribu per dolar AS telah membuat BPJS Kesehatan menunggak pembayaran kepada rumah sakit dan klinik peserta BPJS.

“Di DKI Jakarta saja, delapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menghadapi masalah yang sama setiap bulan, yaitu tagihan ke BPJS Kesehatan belum dibayar,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/9).


Dia menjelaskan bahwa tunggakan dari BPJS Kesehatan itu menjadi piutang bagi RSUD. Dengan kata lain, RSUD memiliki uang tapi berbentuk piutang yang belum tahu kapan bisa cair. Akibatnya, pelayanan dan operasional rumah sakit terganggu.

“Akibat penunggakan, rumah sakit dan klinik swasta yang menjadi provider BPJS Kesehatan sudah mulai terganggu anggarannya untuk membayar gaji karyawan. Bahkan karyawan terancam di-PHK (pemutusan hubungan kerja),” tutunya.

Kondisi ini, sambung Arief, membuktikan bahwa Jokowi sama sekali tidak perhatian dengan masalah layanan kesehatan masyarakat. Padahal ini merupakan penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia agar terjamin kesehatannya.

“(Jokowi) malah justru lebih mengutamakan pembangunan MRT, LRT dan infrastruktur yang tidak berkualitas, yang banyak dibangun dari hasil ngutang ke luar negeri, yang terus menyebabkan anggaran negara defisit dan nilai tukar rupiah terus merosot tajam,” tegasnya.

Arief meminta agar Jokowi mulai peduli dengan masalah ini. Jokowi harus segera membayar semua tagihan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit dan klinik peserta BPJS Kesehatan.

“Utamakan anggaran untuk layanan kesehatan dan gizi masyarakat. Percuma bangun Infrastruktur kalau rakyatnya pada penyakitan dan kurang gizi,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya