Berita

M Iqbal/Kemenlu

Hukum

Kemenlu Telusuri Penculikan Dua WNI Di Malaysia

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 13:41 WIB | LAPORAN:

Kementerian Luar Negeri mengklarifikasi insiden penculikan dua nelayan Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia Dwi Jaya I oleh kelompok bersenjata.

Penculikan terjadi di Perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah pada 11 September sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Muhammad Iqbal mengungkapkan, kedua WNI yang diculik atas nama Samsul Saguni berusia 40 tahun dan Usman Yunus 35 tahun asal Sulawesi Barat.


Menlu Retno Marsudi telah memerintahkan Konsul RI menemui otoritas keamanan di Semporna, pemilik kapal dan saksi pelapor guna memverifikasi informasi tersebut dan meminta keterangan tambahan.

"Kemlu telah menyampaikan berita tersebut kepada keluarga di Sulawesi Barat dan memberikan pendampingan bagi keluarga. Berkoordinasi dengan Pemda setempat," jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/9).

Lanjut Iqbal, Menlu Retno juga telah melakukan komunikasi dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah guna menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Serta meminta jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di Sabah, khususnya nelayan. 

"Pada 13 September 2018 Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu dan Konsulat RI Tawau mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Sabah yang bekerja di kapal penangkap ikan untuk tidak melaut. Hingga situasi keamanan dipandang kondusif dan diperolehnya jaminan keamanan dari otoritas setempat," tuturnya.

Selain itu, pemerintah terus berupaya melakukan perlindungan bagi kedua WNI sebagaimana yang dilakukan terhadap 11 nelayan WNI yang diculik di Perairan Sabah sebelumnya. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya