Berita

Foto: FNI

Hukum

ABK Ditembaki Di Perairan Bagan Siapi-api, Tiga Orang Tewas

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 09:25 WIB | LAPORAN:

Penembakan terhadap para nelayan Indonesia terjadi di Perairan Bagan Siapi-api pada Minggu (9/9). Tiga orang nelayan tewas tertembus serjangan timah panas.

Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa menuturkan,  kejadiannya terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Kapal Motor Barokah Sari melakukan kegiatan mencari kerang dengan menggunakan alat teg telan di perairan Bagan Siapi-Api.

"Tiba-tiba kapal KM Barokah Sari disorot lampu yang sangat terang dan mengakibatkan ABK kapal silau dan langsung ditembak dan dikejar selama dua jam,” ujar Rusdianto, dalam siaran persnya, Kamis (12/9).


Dia melanjutkan, menurut saksi bernama Ikep, Iya -ABK lainnya- tahu ciri-ciri kapal penembak. Dilaporkan, tiga orang tewas karena ditembak yakni Manggor, Agus dan Iwan.

Posisi korban Manggor terkena tembakan di samping kanan anjungan kapal. Sedangkan Agus terkena tembakan saat menggulung tali di Castel dan Iwan terkena tembakan di dapur saat sedang menggambil karung tempat mengemas kerang.

"Setelah itu nahkoda KM Barokah Sari bernama Sumpel menginfokan ke kapal yang lain untuk minta pertolongan," ujar Rusdianto.

Pada hari Senin (10/9) pukul 05.00 WIB, pertolongan datang dari anggota TNI AD bernama Iksan. Anggota TNI ini datang dengan menggunakan kapal teg telan atau tankrang dan menyarankan KM Barokah Sari untuk sandar di Posmat Panipahan.

"Dan langsung dibawa ke IGD untuk dapat perawatan pertama," ujar Rusdianto.

Selang dua jam kemudian, korban beserta dua ABK dibawa ke Tanjung Balai dengan menggunakan kapal Fery KM Mercury Express 1 no 177.

Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD dr. Tengku Mansyur, Kota Tanjung Balai, lanjut Rusdianto, korban meninggal dan akan dilaksanakan autopsi di RS Jasmin Saragih, Pematang Siantar.

"Anggota Lanal TBA yang ikut serta yaitu Sert Yosrizal dan Kopda Patisari Ginting," ujarnya.

Pukul 13.05 WIB, korban bernama Agus dan Irwansyah dibawa ke RS Bhayangkara Medan dengan menggunakan ambulans dan untuk proyektil kondisi pecah di dalam tubuh.

Sebagaimana dilaporkan, pada hari Senin tanggal 10 September 2018 pukul 10.10 WIB, telah tiba kapal Fery Mercury Express yang membawa korban KM Barokah Sari (GT. 15) yang dinahkodai Sumpel dari Panipahan ke Dermaga Tangkahan Pasiran, Tanjung Balai. Kapal itu membawa korban penembakan di perairan Bagan Siapi-Api yakni di Pulau Halang.

Adapun nama korban penembakan yakni, Manggor berusia 47 tahun, pekerjaan sebagai nelayan kerang, beralamat di Hokly Pematang Bary, Kelurahan Pematang Pasir, Lingkungan 1, Tanjung Balai. Manggor meninggal dunia karena tertembak di bagian dada.

Agus, berusia 25 tahun, pekerjaan sebagai nelayan kerang, beralamat di Hokly Pematang Bary, Kelurahan Pematang Pasir, Lingkungan 2, Tanjung Balai. Agus meninggal dunia karena tertembak di bagian kepala kanan.

Irwansyah, berusia 26 tahun, pekerjaan sebagai nelayan kerang, beralamat di Hokly Pematang Bary, Kelurahan Pematang Pasir, Lingkungan 2, Tanjung Balai. Irwansyah tertembak di bagian bokong, amunisi masih di dalam tubuh.

Ikep, berusia 23 tahun, pekerjaan sebagai nelayan kerang, beralamat di Hokly Pematang Bary, Kelurahan Pematang Pasir, Lingkungan 2, Tanjung Balai. Ikep adalah saksi yang selamat.

Heri, berusia 35 tahun, pekerjaan sebagai nelayan kerang, beralamat di Perumnas Batu Lima, Tanjung Balai. Heri adalah saksi yang selamat.

Untuk enam ABK dan kapal KM Barokah Sari, menurut Rusdianto, berada di Posmat Panipahan. Adapun nama ABK yang berada di Panipahan yakni Sumpel (Nahkoda), Ical, Putra, Eman, Udin dan Wak Karlan. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya