Berita

I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra/Net

Blitz

Ashkara Balik Kandang

Ditunjuk Jadi Dirut Garuda
KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra ditunjuk menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia menggantikan Pahala N Mansury. Dia mematok target bisa menekan kerugian maskapai pelat merah tersebut.

Penunjukan Ari Ashkara, panggilan akrab Ashkara Danadiputra, diputuskan mela­lui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, kemarin.

Ari Ashkara sebelumnya Dirut Pelindo III. Ari Ashkara bukan orang baru di Garuda. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tersebut, pernah menjadi Direktur Keuangan Garuda tahun 2014. Kini dia balik kandang.


Susunan direksi baru Garuda selengkapnya, selain penunju­kan Ari Ashkara, yaitu Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direk­tur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Keuangan Dan Manajemen Risiko Fuad Rizal, Direktur Human Capital, Heri Akhyar, Direktur Teknik I Wayan Susesna, dan Direktur Layanan Nicodemus Panarung Lampe.

Sedamgkan untuk jajaran komisaris, yakni Komisaris Utama/Independen Agus Santoso. Komisaris Independen Ismerda Lembang, Komisaris Independen Muzaffar Ismail, Komisaris lain­nya Dony Oskaria, Chairal Tan­jung, dan Lucky Alfirman.

Ari Ashkara optimistis bisa memimpin Garuda dengan baik. Meskipun diakuinya tantangan yang dihadapinya saat ini tidak mudah. Sebab, nilai tukar rupiah atas dolar AS sedang mengalami pelemahan dan harga minyak tengah bergolak.

Dia menargetkan, bisa mene­kan kerugian Garuda menjadi di bawah 100 juta dolar AS. Pada Se­mester I-2018, Garuda menderita rugi 116,8 juta dolar AS.

"Kami akan bekerja keras den­gan melibatkan semua pegawai, serikat kerja, stakeholder dan regulator. Dan diskusi dengan manajemen lama," ungkap Ari.

Sementara itu, Pahala me­nyampaikan, selama bekerja 17 bulan sudah berbuat yang terbaik untuk Garuda. Menurutnya, kerugian Garuda mengalami penurunan.

"Kerugian menurun 60 persen. Pada kinerja anak usaha, Citilink tahun ini kinerjanya terus meningkat. Kami juga meningkatkan kinerja anak-anak usaha lainnya hingga 20 persen," ungkapnya.

Mantan Direktur Bank Mandiri itu mengaku, belum tahu akan berkarier di mana pasca tak lagi di Garuda. Dia juga belum tahu soal kabar dirinya digeser ke PLN.

Puas Hasil RUPS

Ketua Harian Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) Tomy Tam­patty mengaku puas dengan hasil RUPS Luar Biasa. Karena, jajaran direksi baru merupakan orang yang sudah berpengala­man di bisnis penerbangan. Hal itu sesuai dengan yang diharap­kan Sekarga.

"90 persen direksi baru Garuda merupakan orang lama. Termasuk I Gusti Ngu­rah Ashkara Danadiputra," ungkapnya.

Dia yakin, hubungan serikat kerja dengan direksi baru da­pat lebih baik. Sebab, pihaknya bersama direksi baru memiliki hubungan emosional yang baik dan sama-sama saling mendu­kung.

"Kami harapkan, ke depan tidak ada kendala (masalah) apa-apa dengan direksi sehingga bisa bersama bersama membawa Garuda lebih baik lagi," harap Tomy.

Jawab Kebutuhan

Menteri BUMN Rini Soe­marno menuturkan, pihaknya melakukan pergantian direksi Garuda Indonesia untuk mem­persiapkan maskapai tersebut menghadapi tantangan di masa mendatang.

"Ada perputaran kebutuhan, di mana expertise (keahlian)-nya masing-masing kami lihat, yang satu lebih baik di sini, yang satu lebih baik di tempat lain," kata Rini.

Rini menerangkan, pergantian direksi di Garuda sama seperti yang dilakukan di BUMN lain. Sebelum melakukan perombakan, pihaknya meneliti terlebih dahulu apa saja masalah, kebutuhan dan tantangannya ke depan. Setelah itu, baru memutuskan orang-orangnya sesuai kebutuhan.

"Semua kami analisis. Pokoknya tujuan utamanya tidak lepas dari tujuan bagaimana bisa meningkatkan kinerja BUMN," pungkas Rini. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya