Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Demokrat: Jokowi Jangan Jadi Musuh Sejarah

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 04:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat mewanti-wanti Presiden Joko Widodo untuk tidak mengganti prasasti pembangunan Bandara Internasional Lombok yang dibubuhkan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyonos (SBY) di tahun 2011.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai pembongkaran prasasti SBY akan menegaskan bahwa Jokowi merupakan musuh sejarah. Sebab dia menghilangkan peristiwa penting bangsa yang ada di Lombok.

“Jokowi jangan coba-coba menghilangkan jejak sejarah Bandara Lombok. Jokowi jangan jadi musuh sejarah,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (12/9).


Senada dengan itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief juga meminta agar Jokowi tidak mengganti prasasti tersebut.

Apalagi, sambung dia, tidak ada cerita pemimpin di dunia yang mengklaim pembangunan infrastruktur dengan merobohkan prasasti pembangunan yang ada.  

“Saya periksa kisah-kisah presiden dunia, nggak ada yang berupaya mengklaim pembangunan presiden sebelumnya dengan merobohkan prasasti dengan mengganti prasasti baru yang ditandatanganinya,” tukasnya di akun Twitter @andiarief_.

Terhitung per 5 September 2018, Bandara Lombok International Airport (LIA) berubah nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor KP 1421/2018.

Pergantian nama bandara itu juga mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Salah satunya untuk TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang merupakan tokoh asal NTB, sekaligus kakek dari Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya