Berita

SBY dan Prabowo/Net

Politik

Dukungan Demokrat Ke Prabowo Dinilai Sebatas Keterpaksaan

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 05:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memberi kelonggaran bagi kader mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah diprediksi oleh Relawan Jokowi (Rejo)

Ketua Umum Rejo, HM Darmizal mengaku sudah paham dengan karakter SBY sebagai seorang prajurit sejati yang menjadikan Pancasila dan NKRI harga mati. SBY tidak ingin bangsa ini terpecah hanya gara-gara perbedaan pilihan di pilpres.

“Saya kira Pak SBY dan sebagian besar kader Demokrat tidak nyaman dengan koalisasi ‘minyak dan air’. Pak SBY juga seorang demokrat yang taat konstitusi,” ujarnya mantan pimpinan Komisi Pengawas Pusat Partai Demokrat itu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/9).


Selain itu, Darmizal menilai bahwa dukungan Demokrat kepada Prabowo-Sandi hanya sebatas keterpaksaan. Sebab UU Pemilu memberikan sanksi kepada partai yang tidak menentukan dukungan di pilpres.

“Saya yakin, pikiran dan hati sebagian besar kader Demokrat di seluruh tanah air sebenarnya mendukung pasangan Jokowi Ma'ruf Amin,” sambungnya.

Demokrat, lanjut Damizal setengah hati mendukung Prabowo-Sandi lantaran Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) batal diusung jadi cawapres Prabowo.

“Padahal kader Demokrat ingin AHY memiliki peluang pada 2024, sebagaimana rencana besar program mereka ‘AHY The Next Leader’,” lanjut Darmizal.

Selain itu, Demokrat dinilainya juga tidak nyaman dengan kondisi di internal pendukung Prabowo-Sandi. Sebab semua posisi penting dalam koalisi dikuasai oleh Gerindra.

“Capresnya Gerindra, cawapres Gerindra, dan ketua tim kampanye nasional (TKN) juga Gerindra. Rasanya ini kurang pas dalam satu kolaborasi orkestra yang harus harmoni,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya