Berita

Ilustrasi penembakan/Net

Politik

Buntut Penembakan Nelayan, GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda Riau

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 04:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Insiden penembakan yang terjadi terhadap nelayan di Perairan Bagan Siapi-Api, Riau membuat mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) turut berbela sungkawa.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP GMNI Alimun Nasrun mengecam aksi penembakan terhadap kapal yang dinahkodai Sumpel dan beranggotakan 10 anak buah kapal (ABK) pada Minggu (9/9) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, KM Barokah Sari tengah mencari kerang dengan menggunakan alat Teg Telan di Perairan Bagan Siapi-Api. Tak berselang lama, KM berkapasitas 15 GT ini disorot lampu yang sangat terang dari salah satu kapal yang belum diketahui identitasnya. Tiba-tiba kapal ini melakukan aksi penembakan dan kejar-kejaran selama kurang lebih dua jam.


Dalam peristiwa ini, tiga ABK terkena tembak. Dua di antaranya dipastikan meninggal. Korban penembakan yaitu Manggor (47), yang tertembak di dada dan Agus (25), tertembak kepala kanan. Keduanya meninggal. Kemudian Irwansyah (26), kena tembak di bagian pinggul kanan.

Atas insiden tersebut, DPP GMNI mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap. Pertama meminta kepada Kapolri Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Riau dan Kapolres Rokan Hilir.

“Kedua Kapolri harus menindak tegas oknum penembakan masyarakat nelayan,” ujar Alimun dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (12/9).

Terakhir, GMNI meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti semakin masif menyosialisasikan keputusan tentang alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya