Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Johan Budi Contoh Betapa KPK Itu Machiavellian

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 02:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hampir semua pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) haus dengan kekuasaan. Ini lantaran ada kultur politik dan persaingan yang kental di dalam komisi antirasuah itu.

Begitu kata Fahri Hamzah menjawab pertanyaan Stafsus Menteri ESDM tahun 2014 hingga 2016 Muhammad Said Didu tentang sikap mantan Jurubicara KPK Johan Budi yang memuji PDIP.

Jurubicara presiden itu menilai bahwa PDIP merupakan partai yang memiliki komitmen kuat dan sikap tegas terhadap korupsi. Johan menilai bahwa partai yang akan menjadi kendaraannya di Pileg 2019 itu tidak abu-abu terhadap korupsi.


“Hampir semua pejabat KPK pada ujungnya akan haus kekuasaan. Itu ada hubungannya dengan kultur politik dan persaingan di dalam yang semakin kental,” tutur Fahri di akun Twitter @fahrihamzah, Rabu (11/9).

Menurutnya, sikap Johan Budi itu tidak ubahnya seperti seorang machiavellian atau penganut ajaran filsuf asal Florence, Italia, Nicolo Machiavelli yang mengajarkan untuk menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan.

“JB (Johan Budi) itu contoh terbaru betapa mereka (KPK) itu machiavellian,” tukasnya.

Johan Budi yang pada Pileg 2019 akan maju di daerah pemilihan Jawa Timur VII lewat PDIP menyebut bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri itu serius memberantas korupsi. PDIP langsung memecat kader yang diduga KPK menjadi tersangka korupsi.

"PDI Perjuangan segera menerbitkan surat pemecatan terhadap kadernya, meskipun kasusya belum diproses di Pengadilan Tipikor," katanya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya