Berita

Iklan pemerintah/Net

Politik

Warganet: Iklan Jokowi Di Bioskop Merusak Suasana

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 00:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Iklan pemerintah turut mewarnai layar bioskop. Iklan tentang kesuksesan pembangunan infrastruktur itu muncul di antara pariwara lain saat film akan diputar.

Seorang warganet bernama Nina Asterly mengaku kesal dengan kemunculan iklan tersebut. Baginya, menyaksikan hal itu hanya buang-buang waktu dan mengganggu suasana. Apalagi dia tengah asyik menonton thriller film-film yang akan diputar di bioskop.

“Pas lagi asyik-asyik nonton thriller film, eh tiba-tiba ada iklan Jokowi. Merusak suasana aja, orang ke bioskop mau senang-senang nonton film,” ujarnya dalam akun @nynazka.


Nina mengaku paham bahwa iklan itu bukan kampanye Jokowi, melainkan sebatas kesuksesan infrastruktur. Namun demikian, dia meminta agar bioskop steril dari hal-hal yang berbau politik. Bioskop, menurutnya, merupakan tempat persatuan tanpa sekat dan keluar dari zona politik.

“Biarlah berbau politik dan pembangunan di TV atau sosmed (sosial media),” pintanya.

Tanggapan beragam muncul dari warganet atas kicauan Nina tersebut. Ada warganet yang menyindir, sekalipun Jokowi diiklankan di bioskop tetap saja masyarakat tidak mau memilih.

“Biar masuk XXI tetap aja kagak bakal laku ya mbak,” ujar pemilik akun @rafiqi_28.

Namun begitu, ada juga yang membela iklan tersebut. Sebab, layar bioskop merupakan ruang publik yang memperbolehkan semua promosi ada asal membayar pada pemilik layar.

“Kampanye? adakah iklan itu mengajakmu untuk memilih blio saat pilpres nanti?” tanya akun @priceoflegend.

Meski begit, tidak sedikit juga warganet yang bijak. Seperti pemilik akun @adjiekaiizan07 yang meminta pemilik bioskop untuk mengklarifikasi keluhan Nina.

“Apakah benar anda mengiklan kan salah satu capres ? Dan apa maksud dari iklan tersebut ditayangkan di bioskop?” tanyanya.

Sementara akun @DimitriYusuf meminta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk langsung menyelidiki dugaan pelanggaran kampanye di iklan tersebut.

“Bawaslu tolong diselidiki. Ini melanggar aturan karena curi start kampanye. Mentang-mentang berkuasa terus sewenang-wenang,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya