Berita

Syahrul Yasin Limpo (kanan)/RMOL

Politik

Dikritik Rizal Ramli, Partai Nasdem Baper

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Partai Nasdem tidak terima dengan kritikan ekonom senior DR. Rizal Ramli soal permasalahan impor beberapa komoditas yang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Pernyataan keberatan itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo didampingi tim advokasi Partai Nasdem di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta, Selasa (11/9).

"Bahwa saudara Rizal Ramli (RR) telah membuat pernyataan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Nasdem pada acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun TVOne tanggal 6 September 2018," ujar Syahrul.


Syahrul menegaskan bahwa Surya tidak pernah memiliki bisnis di bidang impor komoditi yang dipermasalahkan Rizal. Termasuk juga Surya sama sekali tidak ikut campur dalam pembahasan impor di pemerintahan.

"Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik dalam kapasitas sebagai Ketua Partai maupun pribadi, tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah," jelasnya.

Untuk itu, kata Syahrul, Partai Nasdem menyampaikan somasi dan sikap keberatan kepada Rizal supaya dalam waktu segera untuk bisa menarik ucapannya.

"Terhadap pernyataan fitnah saudara RR, Partai Nasdem menyampaikan somasi atau peringatan hukum kepada yang  bersangkutan untuk menarik pernyataannya," tukasnya.

Rizal Ramli dalam sebuah acara televisi menyampaikan bahwa dalam hal komoditas beras, gula dan garam ada permainan di mana volume impor sengaja ditambah untuk keuntungan pihak-pihak tertentu.

"Sebetulnya biang keroknya ini Menteri Perdagangan saudara Enggar, ya. Misalnya impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton, petani garam marah, yang kedua impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton," kata Rizal.

"Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya. Cuma Presiden Jokowi tidak berani negor, takut sama Surya Paloh," urai Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya