Berita

Politik

Relawan Jokowi Diminta Tidak Gunakan Narasi Antidemokrasi

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 05:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan #2019GantiPresiden merupakan wujud implementasi kemerdekaan menyatakan pendapat untuk menyuarakan sikap keprihatinan. Gerakan ini juga konstitusional dan dijamin UU.  

Begitu kata Ketua Presidium Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) Haris Pertama yang mengaku prihatin atas sejumlah pernyataan yang menentang gerakan tersebut.

Ketua Umum Garda NKRI ini memastikan bahwa Gerakan #2019GantiPresiden bukan gerakan makar yang bertujuan pada penggulingan kekuasaan dengan mengorganisir massa menggunakan senjata.


“Itu hanya ide narasi politik biasa dari sekelompok kecil masyarakat yang punya tesis perubahan pada aktor utama di Negara ini,. Jadi tidak perlu dipersekusi apalagi dilabeli sebagai gerakan makar, ataupun mengeluarkan pernyataan hatespeech pada kelompok itu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (10/9).

Lebih lanjut, pengurus DPP KNPI meminta kepada aktivis yang tergabung dalam barisan relawan Jokowi-Ma’ruf untuk tetap menggunakan nalar dan tidak bersikap antidemokrasi.

Dia yakin, Jokowi bisa memenangkan Pilpres 2019 dengan simpati rakyat, bukan melalui cara-cara menebar kebencian. Apalagi menyikapi perbedaan ide dengan menafsir dan seenaknya menuduh kelompok yang berbeda dengan kata makar.

“Saya meminta Pak Jokowi dan seluruh relawan serta tim kampanye nasional untuk tidak lagi melibatkan orang-orang yang bersikap anti demokrasi, dan mereproduksi kata-kata negatif dalam menyikapi perbedaan yang ada,” tutup alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya