Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Tempe Setipis ATM Beda Dengan Ekonomi Meroket Yang Bohong

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 05:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno yang menyebut bahwa kondisi ekonomi kian sulit bahkan tempe sudah setipis kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dibela Partai Demokrat.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean menjelaskan bahwa pernyataan itu memiliki makna kiasan. Kata itu merupakan bagian dari majas hiperbola seperti halnya kata “setengah mati atau mati-matian”.

“Jika kalian tak mampu memahami makna khiasan atau hiperbola kata, maka kalian cuma orang-orang yang gagal sebagai manusia,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (10/9).


Ferdinand menjabarkan bahwa arti kata “setipis ATM” digunakan Sandi untuk memperdalam makna kalimat.

Dengan demikian, dia memastikan tidak ada unsur kebohongan dari pernyataan “tempe setipis ATM” yang diucapkan Sandi.

“Beda dengan kata ekonomi meroket september. Itu mengandung nilai kebohongan karena tidak terjadi,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya