Berita

Jokowi melakukan panggilan video dengan mahasiswa Universitas Qung Sun/Kemenlu RI

Dunia

Presiden Jokowi Beri Akta Kelahiran Untuk Mahasiswa Di Busan

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 19:57 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kejutan kepada Daya, salah satu mahasiswa di Universitas Qung Sun, Busan, Korea Selatan yang memohon akta kelahiran untuk anaknya.

Permohonan akta kelahiran disampaikan Daya secara online bagi putranya yang lahir 4 September 2018 lalu, dan langsung dijawab Presiden Jokowi saat berkunjung ke Seoul.

"Selamat ya atas kelahiran putra pertamanya. Permohonan akta kelahirannya sudah diverifikasi dan sekarang akan dikirimkan melalui e-mail," ujar Presiden Jokowi saat membuka percakapan dengan Daya dan istrinya melalui panggilan video jarak jauh Seoul-Busan.


Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (10/9), Presiden Jokowi memberikan akta kelahiran versi elektronik kepada Daya yang langsung diterima melalui kode QR.

Selanjutnya Daya memindai dengan aplikasi pemindai kode QR dan secara otomatis dapat melihat akte asli yang dapat dicetak sewaktu-waktu. Penasaran dengan sistem itu, Presiden Jokowi juga mencoba memindai kode QR yang ditunjukkan Daya di depan kamera.  

"Ini adalah sistem yang kita bangun dalam rangka pelayanan dan perlindungan yang lebih baik," tutur Presiden Jokowi.

"Terima kasih bapak presiden. Ini keren sekali. Saya tidak perlu jauh-jauh ke Seoul buat bikin akta kelahiran," jelas Daya.

Persetujuan penerbitan akta kelahiran elektronik itu sekaligus menandai peluncuran Sistem Informasi Pelayanan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri yang dinamai Portal Peduli WNI.

Portal yang dibangun Kementerian Luar Negeri sejak 2015 itu akan menjadi satu-satunya platform pelayanan dan perlindungan WNI di seluruh perwakilan RI. Ke depan, seluruh perwakilan RI akan memiliki satu standar pelayanan dan satu data WNI. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya