Berita

Andi Arief/Net

Politik

Demokrat Pastikan Tidak Main Dua Kaki Di Pilpres

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 03:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat merupakan rumah bagi segala perbedaan. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan secara bijaksana.

Begitu kata Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi kabar keinginan 5 DPD Demokrat mendapatkan kekhususan di Pilpres 2019. Sebab, mereka tidak memungkinkan untuk ikut arahan DPP Partai Demokrat mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Persoalan 5 DPD Demokrat yang tidak akan diikutkan dalam tim pilpres Prabowo akan ada solusi pembentukan tim pemenangan di 5 propinsi itu dengan mempertimbangkan hal-hal di atas,” jelasnya di akun Twitter pribadinya, Minggu (9/9).


Kekhususan itu, sambungnya bahkan pernah diperbincangkan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dia menyangkal jika kekhususan itu bagian dari upaya Demokrat bermain dua kaki di Pilpres 2019.

“Jadi ini bukan Demokrat main dua kaki, tetapi betapa besar upaya demokrat menghargai perbedaan apalagi yang menyangkut politik identitas,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga memastikan bahwa Demokrat tidak main dua kaki. Menurutnya, hanya ada beberapa DPD yang butuh penanganan khusus.

“Demokrat tidak main dua kaki. Tapi Papua memang perlu penanganan khusus karena di sana suara belum one man one vote, tapi masih sistem noken. Jadi kami harus sangat hati-hari menangani Papua. Maka akan ada formula khusus nanti di sana,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya