Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Tragedi Kemanusiaan Armenia

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2018 | 08:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mengagumi novel “The Human Comedy” karya William Saroyan,  musik “Sabre Dance” karya Aram Katchaturian, lagu “Ov Sirun Sirun” karya Hasmik Manaserian dan “She” yang dinyanyikan Charles Asnavour.

Keempat beliau berasal dari Armernia.  Kemudian dalam proses pembelajaran kemanusiaan saya menyimak kisah tragedi kemanusiaan paling mengerikan sepanjang sejarah peradaban umat manusia yang terjadi pada kurun waktu tahun 1915-1917 menimpa bangsa Armenia.

Tragedi Kemanusiaan
Secara geografis, Armenia terletak di kawasan selatan Asia Barat berbatasan dengan Turki di barat, Georgia di utara, Azerbaijan di timur, dan Iran di selatan. Sepanjang sejarahnya --- mirip Polandia ---- Armenia tercabik-cabik di tengah pertarungan negara-negara tetangganya seolah seekor pelanduk yang terinjak-injak di tengah pertarungan para gajah.

Secara geografis, Armenia terletak di kawasan selatan Asia Barat berbatasan dengan Turki di barat, Georgia di utara, Azerbaijan di timur, dan Iran di selatan. Sepanjang sejarahnya --- mirip Polandia ---- Armenia tercabik-cabik di tengah pertarungan negara-negara tetangganya seolah seekor pelanduk yang terinjak-injak di tengah pertarungan para gajah.

Kisah tragedi kemanusiaan Armenia pada masa Perang Dunia I tercatat di lembaran hitam berlumuran darah sejarah peradaban umat manusia sebagai Genosida Armenia.

Turki Versus Rusia
Perang Dunia I memicu konfrontasi antara Kekaisaran Ottoman dan Kekaisaran Rusia. Kebetulan mayoritas warga Armenia serumpun agama dengan mayoritas warga Rusia, maka pemerintah Turki memandang kaum Armenia dengan penuh kecurigaan bahkan kebencian.

Pada tanggal 24 April 1915, kaum intelektual Armenia di Istanbul mulai ditangkap oleh otorita Ottoman yang kemudian memuncak ke dalam bentuk pembantaian massal terhadap kaum lelaki Armenia di Anatolia sebagai awal dari tragedi kemanusiaan yang disebut sebagai Genosida Armenia.  

Pawai Maut

Kemudian angkara murka disusul deportasi massal kaum perempuan dan anak-anak Armenia melalui pawai-maut dikawal tentara kekaisaran Ottoman melintasi gurun Suriah sehingga seluruh peserta pawai binasa akibat kekurangan makanan dan air mau pun penganiayan dan pemerkosaan.

Menurut penelitian mahasejarahwan Arnold J. Toynbee diperkirakan sekitar 600.000 perempuan dan anak-anak binasa dalam pawai-maut tanpa memperhitungkan keseluruhan korban yang dibantai selama Genosida Armenia yang secara sistematis dan masif berlangsung sejak 1915 sampai dengan 1917.

Sementara Organisasi Genosida Dunia menduga bahwa total keseluruhan jumlah korban nyawa warga Armenia akibat pembantaian Genosida Armenia mencapai jumlah lebih dari 1.500.000 warga Armenia.

Tsitsernakaberd
Tanggal 24 April setiap tahun diperingati oleh bangsa, negara dan rakyat Armenia sebagai hari Genosida Armenia.

Apabila ingin menghayati sejarah Tragedi Kemanusiaan Armenia secara lebih dekat, silakan kunjungi Museum Genosida Armenia yang merupakan bagian dari monumen bukit Tsitsernakaberd di  ibukota Armenia, Yerevan yang telah dikunjungi para pemimpin negara yang peduli kemanusiaan. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya