Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Pesan Sandiaga Agar Tidak Merugi Saat Rupiah Lemah

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nilai tukar rupiah telah tembus angka psikologis masyarakat Indonesia Rp 15.000 per dolar AS.

Sejumlah kantor sekuritas sudah mengarahkan para ekonomnya untuk bisa menjaga kondisi ekonomi perusahaan dari pengaruh Turki yang mengalami inflasi hingga 20 persen, termasuk perang dagang Amerika Serikat dan China.

“Sekarang sudah mulai terkena dampaknya di Eropa, yang diprediksi nanti imbasnya akan sampai ke Indonesia,” jelas bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno dalam keterangan tertulisnya.


 Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itupun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia agar tidak merugi dalam menghadapi situasai saat ini.

“Pertama, minimalkan semua pengeluaran yang sifatnya konsumtif, seperti cicilan elektronik, mobil, nyicil makan di restoran, dan lain lain,” jelasnya.

Dia juga meminta agar masyarakat tidak melakukan transaksi saham lebih dulu karena nilai saham sedang jeblok.

“Lebih baik simpan dalam bentuk emas dibanding cash,” ujarnya.

Sandi juga menyarankan agar masyarakat memiliki cadangan uang cash untuk operasional minimal enam bulan ke depan. Sebab, kemungkinan inflasi dan ekonomi tahun 2008 terulang kembali.

“Kecuali yg gajinya dolar AS malah bagus karena dolar AS terhadap rupiah makin tinggi,” urai Sandi.

Sementara kepada mereka yang akan memulai usaha, Sandi menyarankan agar usaha baru atau proyek-proyek fisik ditahan hingga enam bulan ke depan. Sebab negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam sudah mulai menderita terkena imbas akibat Turki dan Eropa.

“Pertamina dan PLN saja sekarang diminta hold/freeze proyek-proyek  sampai enam bulan mendatang,” tukasnya.

Usahakan gaya hidup sederhana dan ekonomis dan tetap menabung. Kemungkinan banyak yang terkena PHK dan inflasi tinggi akibat Turki dan perang dagang dolar AS melawan China.

“Ini pesan saya untuk semua warga Indonesia yang kerja maupun yang masih mencari kerja,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya