Berita

Jokowi/Net

Politik

Rupiah Jebol, Jokowi Ambrol

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 | 09:57 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Presiden Jokowi gagal melakukan perubahan ekonomi Indonesia, seperti janjinya di kala mencapreskan diri 2014 silam.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengatakan, semakin terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mencapai Rp. 15.000, jelas sangat merugikan Jokowi sebagai pertahana yang ikut berkompetisi dalam Pilpres 2019.

Ia mengatakan strategi ekonomi Jokowi untuk membuat perubahan di Indonesia dapat dikatakan gagal.


“Pelemahan rupiah ini membuat negara harus membayar bunga utang yang semakin tinggi, maka bisa dipastikan banyak infrastruktur mangkrak, artinya prestasi yang digadang-gadang selama ini oleh Jokowi dan kolega pun gagal, maka wajar saja jika Jokowi di Pilpres 2019 ini dinyatakan kalah sebelum bertanding karena pelemahan rupiah saat ini bukanlah prestasi yang membanggakan,' ungkap dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (5/9).

Panji menambahkan, Jokowi seakan mengabaikan persoalan ekonomi mengarah kepada krisis.

"Dengan anjloknya nilai tukar rupiah saat ini jelas hal tersebut disinyalir karena ketidakpercayaan publik atau pasar kepada pemerintahan Jokowi," sergahnya.

Selain itu, sambung dia, Jokowi pun akan kehilangan suara karena kebijakan yang diambil saat pelemahan rupiah adalah kebijakan tidak populis, seperti: mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menaikan pajak.

"Dari kebijakan tersebut jelas akan berdampak kepada harga-harga bahan pokok yang saat ini masih dirasa tidak terjangkau akan menjadi mahal. faktor tersebut jelas menjadi penentu kekalahan Jokowi, dan bisa dipastikan Indonesia ke depan mempunyai Presiden baru," tutupnya. [jto]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya