Berita

Tjahjo Kumolo/RMOL

Hukum

Banyak Anggota DPRD Malang Dikurung, Mendagri Konsultasi Kebijakan Diskresi Dengan KPK

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 11:03 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 41 anggota DPRD Kota Malang dan 38 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka kasus korupsi dugaan suap.

Praktis, penetapan KPK ini menjadikan kekosongan kekuasaan yang cukup besar di kedua daerah tersebut.

Guna mengatasi hal itu, Kementerian Dalam Negeri berkonsultasi dengan KPK untuk mengeluarkan diskresi atau upaya pencegahan stagnasi pemerintahan di dua daerah.


"Saya mau konsultasi dengan KPK terkait banyaknya anggota DPRD di Malang, kemungkinan ada Sumut akan banyak. Gimana supaya pemerintahan jalan, saya mengeluarkan diskresi saja," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/9).

Dengan adanya diskresi, ia berharap roda pemerintahan di Sumut dan Malang tetap berjalan.

"Maka setiap keputusan politik pembangunan yang dilakukan oleh Pemda berjalan. Karena yang namanya Pemda adalah ya seorang gubernur, bupati, walikota, termasuk DPRD," imbuhnya.

Sebanyak 38 wakil rakyat diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Terbaru, KPK menetapkan 22 tersangka tambahan dalam kasus korupsi dugaan suap di DPRD Kota Malang. Jumlah total tersangkanya mencapai 41 orang. Semuanya anggota DPRD.

Para anggota DPRD tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1. [wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya