Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Puluhan Ribu Hektare Hutan Di Bandung Kritis

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 17:24 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Lebih dari 24.000 hektare lahan hutan di Kabupaten Bandung dalam kondisi kritis. Hal tersebut berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Menyikapi hal itu, Bupati Bandung Dadang M Naser berjanji akan lebih memperketat pengamanan kawasan hutan wilayahnya melalui kerja Sabilulungan dari semua pihak.

"Selain revitalisasi, lahan kritis bisa dikurangi dengan mengendalikan pola tanam. Namun juga Perhutani dan PTPN VIII harus punya keamanan yang kuat," ujarnya, seperti dilansir laman Kantor Berita RMOLJabar, Senin (3/9).


Orang nomor satu di Soreang itu, yakin dengan pengamanan lebih ketat lahan kritis tidak meluas. Melalui Sabilulungan kawasan hulu hingga hilir dapat terjaga.

"Peningkatan kualitas lingkungan di hilir bersumber dari semakin baiknya kondisi di hulu. Tapi masih terbentur kewenangan jadi perlu keterlibatan semua pihak," ucapnya.

Dia menambahkan, penguatan terlaksana bila ada sinergitas pemerintah, Perhutani, PTPN, masyarakat, komunitas, maupun dari Non Government Organization (NGO).

"Perlu ada solusi yang serius untuk masalah lahan kritis. Pada saat yang sama harus menciptakan sumber daya pembangunan. Dengan sinergitas semua pihak tidak saling lempar tanggung jawab," tandas Dadang. [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya