Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Redistribusi Guru Lebih Efektif Ketimbang Sistem Zonasi

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 16:00 WIB | LAPORAN:

Penerapan sistem redistribusi untuk guru lebih efektif ketimbang zonasi. Dikarenakan guru-guru yang mengajar di wilayah padat dapat ditugaskan untuk mengajar ke wilayah-wilayah yang masih kekurangan guru.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro menjelaskan, pemindahan dapat dilakukan berdasarkan kriteria dan kompetensi guru. Misalnya, guru dapat diklasifikasikan dalam tiga kriteria yaitu guru baru dengan pengalaman mengajar kurang dari lima tahun, guru berpengalaman dengan pengalaman mengajar antara 5-10 tahun, dan guru senior dengan pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun.

"Melalui pembagian ini, pemerintah dapat melihat proporsi penyebarannya dan meratakan penyebaran guru-guru tersebut," kata Pandu kepada wartawan, Senin (3/9).


Menurutnya, hal itu penting untuk mewujudkan keseimbangan antara guru junior dan senior di setiap wilayah. Di samping itu, pemerintah dapat menggunakan indikator lain, seperti prestasi guru ataupun latar belakang pendidikan.

Jika sistem yang diterapkan tidak membatasi zona di mana guru dapat dialokasikan maka tujuan pemerataan sekolah negeri dalam PPDB kali ini dapat terwujud. Dengan begitu guru tidak bisa pilih-pilih sekolah karena tugas dan wilayah kerjanya ditentukan oleh negara. Dengan konsep penugasan seperti ini barulah dapat terwujud pemerataan alokasi guru di seluruh Indonesia.

"Penerapan sistem redistribusi guru membuat guru tidak bisa pilih-pilih tempatnya mengajar. Dengan begini tujuan pemerataan yang menjadi tujuan penerapan sistem zonasi pada siswa dapat terlaksana," jelas Pandu.

Walau begitu, redistribusi guru juga tidak mudah dilakukan. Redistribusi guru di daerah tidak akan semudah di wilayah-wilayah yang memiliki jumlah guru memadai. Sama halnya dengan sistem zonasi dalam PPDB, di mana jumlah murid yang banyak tidak diikuti dengan jumlah sekolah yang memadai sehingga menimbulkan disparitas yang akan menyulitkan penerapan sistem.

"Bagaimana kalau jumlah sekolah yang kekurangan guru lebih banyak daripada jumlah gurunya, baik guru-guru yang ada di wilayah zona tersebut ataupun guru-guru dari zona sekitarnya. Siapa yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan tersebut," demikian Pandu. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya