Berita

Bersih Sampah Gunung/RMOLJabar

Nusantara

Pegiat Alam Jabar Gelar Bersih Sampah di Sepuluh Gunung

SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 | 10:08 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Guna meningkatkan kepedulian terhadap sampah yang ada di gunung, khususnya untuk para pegiat alam bebas agar tercipta kesadaran pentingnya kelestarian hutan, sejumlah pegiat alam dan relawan melakukan gerakan.

Pegiat alam dan relawan dari berbagai daerah di Jawa Barat secara serentak melaksanakan Gerakan Bersih Sampah (Geber Sangu) di sepuluh gunung yang berada di kawasan Bandung yang berlangsung selama dua hari yakni 1-2 September 2018.

"kegiatan ini serentak dilaksanakan di beberapa gunung, puncaknya nanti akan diadakan bersih sampah di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung," kata salah satu pegiat, Wawan Predian seperti dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Senin (3/9) .


Setelah semuanya terkumpul, sampah-sampah ini akan ditimbang dan dipilah antara sampah organik dan anorganik agar tak tercampur aduk. Sampah anorganik seperti bekas botol air mineral akan dikirim ke pengepul, sedangkan sampah organik dibawa ke tempat penampungan akhir (TPA).

Perilaku para pecinta alam bebas ternyata masih buruk, mereka masih sulit membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Dia mengatakan, selama operasi bersih-bersih sampah ini banyak ditemukan sampah plastik, seperti botol air mineral dan bungkus makanan.  

"Kami juga menemukan sampah berserakan yang sudah ditimbun dengan tanah. Ini mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang enggak cinta lingkungan karena membuang sampah sembarangan. Bahkan kami temukan air kencing dalam botol, perilaku itu kan itu salah satu perbuatan merusak lingkungan," ujarnya.

Dalam aksi bersih-bersih di Gunung Puteri, lanjut dia, pihaknya bergerak di tiga titik. Di titik pertama terkumpul sebanyak lima karung sampah, di titik kedua dikumpulkan dua karung sampah, serta di titik ketiga berhasil terkumpul sembilan karung sampah.

Gunung Puteri menjadi salah satu gunung yang sering dikunjungi pecinta alam dibanding gunung lainnya di wilayah Lembang karena terdapat destinasi wisata Geger Bintang yang bisa dijadikan tempat kegiatan berkemah yang dikelola Perum Perhutani KPH Bandung Utara. Namun sayang, pengelolaan sampahnya belum tertata dengan baik.

"Untuk itu, aksi Geber Sangu ini sekaligus dijadikan sebagai ajang kampanye mengurangi sampah yang dihasilkan dalam rangka melestarikan gunung dan hutan sebagai penunjang kehidupan manusia," tuturnya.

Dalam rangka mengurangi sampah dan meningkatkan kesadaran pendaki untuk menjaga kelestarian lingkungan di gunung, pihaknya mengusulkan kepada pengelola supaya pengunjung turut terlibat dalam menjaga kelestarian hutan.

"Caranya dengan menyimpan sementara KTP di pos masuk, dan bisa diambil kembali saat mereka turun gunung, ditukar dengan sampah yang dibawanya dari atas gunung," paparnya.

Data atau jumlah sampah yang dihasilkan dari kegiatan Geber Sangu di sepuluh gunung ini akan dijadikan sumber arsip terbaru guna mencari solusi bersama pihak terkait serta menjadi bahan kajian bersama dengan para pegiat aktivitas alam bebas lainnya.

"Data sementara, rata-rata seorang yang berkemah selama sehari di gunung kira-kira bisa menghasilkan sampai 1 kg sampah. Coba bayangkan kalau dalam seminggu, sampah-sampah ini tidak diangkut, berapa banyak sampah yang akan mengotori hutan," tutupnya. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya