Berita

Choiruman/RMOLJabar

Nusantara

Keuangan Kota Bekasi Defisit Rp 800 Miliar

MINGGU, 02 SEPTEMBER 2018 | 15:27 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Pembahasan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2018 Kota bekasi menjadi perhatian tersendiri legislatif.

Perhatian tertuju terjadinya defisit anggaran senilai kurang lebih Rp 800 miliar.

"Kita mendapatkan secara resmi laporan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat pembahasan APBD 2017, pernah disampaikan (defisit) Rp800 miliar," kata Anggota Banggar DPRD Kota Bekasi Choiruman J Putro seperti dinalsir Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (2/9).


Defisit anggaran tersebut, jelas Choiruman, merupakan isu sentral dalam pembahasan kebijakan anggaran RAPBD 2018 sesudah DPRD mendapatkan realita terjadinya Silpa negatif (net defisit) pada APBD 2017.

"Hal ini dinilai oleh DPRD, disebabkan karena lemahnya kontrol terhadap realisasi belanja yang tidak berbasiskan pada penerimaan pendapatan yang melanggar prinsip pengelolaan keuangan daerah," katanya.

Sehingga pada saat disetujuinya RAPBD 2018, tegas Choiruman, DPRD sudah memasukkan asumsi-asumsi penerimaan, mengalkulasi besarnya anggaran yang diperlukan untuk menutup defisit anggaran 2017 serta memperketat dan memangkas rencana belanja.

"Jadi, bila realisasi pendapatan belanja dan pembiayaan berjalan normal seharusnya defisit tetap dapat diatasi. Kecuali ada perkembangan dalam perubahan angka riil saat penetapan APBD 2018, maupun realisasinya yang tidak berjalan sesuai rencana," tutur legislator PKS tersebut.

Pihak TAPD Pemkot Bekasi pun di desak untuk segera menyerahkan pronogsis APBD 2018 untuk menjadi acuan perkiraan penerimaan pendapatan, beban belanja serta pembiayaan di RAPBD Perubahan 2018.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Choiruman mengungkapkan, pihaknya akan mendalami sumber penyebab terjadinya defisit anggaran hingga Rp 800 miliar. Yaitu beban belanja pegawai pasca kenaikan jumlah Tenaga Kerja Kontrak (TKK), kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), maupun besarnya akumulasi insentif daerah, pengendalian belanja Kartu Sehat yang tanpa prioritas (unlimited) dan tanpa pemberlakuan pelayanan kesehatan bertingkat.

"Serta belanja yang tidak terkait dengan urusan pemerintahan daerah dalam belanja multi years, penyertaan modal dan sebagainya. Setelah itu baru dapat dipikirkan alternatif solusinya sekaligus mengukur dampak sosial yang ditimbulkannya," pungkasnya. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya