Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Opini Jaya Suprana: Ganjil-genap

SABTU, 01 SEPTEMBER 2018 | 06:46 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TANGGAL 1 September adalah hari keberuntungan bagi para pemilik mobil bernomor plat ganjil sekaligus hari kesialan bagi para pemilik mobil bernomor plat genap sebab dua hari  berturut-turut yaitu 31 Agustus dan 1 September merupakan hari bertanggal ganjil.

Berkorban


Jelas bahwa niat peraturan ganjil-genap untuk mobil di kota Jakarta bertujuan baik yaitu demi kenyamanan para peserta Asian Games menempuh perjalanan di jalan raya ibukota Indonesia yang tersohor macet pada masa penyelenggaraan Asian Games XVIII.

Meski jalan macet pada hakikatnya bukan dosa para pemilik mobil yang telah disiplin membayar pajak mobil namun para pembayar pajak siap berkorban demi kenyamanan para peserta Asian Games sebagai tamu negara dan bangsa Indonesia. Sebenarnya secara konstitusional, jalan macet merupakan tanggung jawab pemerintah.

Meski jalan macet pada hakikatnya bukan dosa para pemilik mobil yang telah disiplin membayar pajak mobil namun para pembayar pajak siap berkorban demi kenyamanan para peserta Asian Games sebagai tamu negara dan bangsa Indonesia. Sebenarnya secara konstitusional, jalan macet merupakan tanggung jawab pemerintah.

Namun sebagai solusi jangka pendek dapat dimahfumi bahwa kenyamanan para pembayar pajak mobil dikorbankan.

Pasca Asian Games

Insya Allah, setelah penyelenggaraan Asian Games XVIII sukses usai , pihak pemerintah DKI Jakarta berkenan meninjau kembali peraturan ganjil-genap yang merupakan indikasi bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud.

Warga berduwit sama sekali tidak mengalami kesulitan akibat peraturan ganjil-genap sebab lazimnya memiliki mobil lebih dari satu yang nomornya bisa ada yang ganjil namun ada pula yang genap.

Andaikata semua mobil yang dimiliki kebetulan ganjil atau genap pun, bukan masalah bagi warga berduwit untuk membeli mobil baru berplat nomor ganjil atau genap sesuai kebutuhan.

Berarti peraturan ganjil-genap menguntungkan industri mobil sebab memicu kebutuhan warga berduwit untuk membeli mobil lebih banyak lagi yang berarti potensial meningkatkan omset penjualan mobil namun di sisi lain makin menimbulkan kemacetan lalu lintas yang sudah macet akibat perbandingan jumlah jalan raya yang tidak seimbang dengan jumlah mobil yang terus meningkat

Warga Pas-pasan


Namun bagi warga dengan daya ekonomi pas-pasan sehingga dengan susah payah bisa membeli atau kredit satu mobil saja, jelas bahwa peraturan ganjil-genap merugikan. Apalagi yang menggunakan mobil untuk mencari nafkah jelas bahwa peraturan ganjil-genap bukan saja merugikan namun potensial mematikan nafkah mereka sebab mereka hanya bisa mencari nafkah di kawasan jalan raya yang beraturan ganjil-genap hanya pada hari yang sesuai dengan nomor plat mereka.

Pada hakikatnya para warga ekonomi pas-pasan mati-kutu pada hari di mana nomor plat mobil satu-satunya mereka tidak sesuai dengan peraturan ganjil-genap akibat para warga ekonomi pas-pasan mutahil mampu mobil satu lagi dengan akhir nomor[i1]  plat yang beda dengan akhir nomor plat mobil satu-satunya yang mereka miliki.

Kemanusiaan dan Keadilan


Insya Allah, setelah Asian Games usai, pemerintah DKI Jakarta memiliki nurani kemanusiaan dan keadilan sehingga berkenan cermat dan seksama mencari peraturan lalu lintas yang tidak merugikan apalagi mematikan nafkah masyarakat dengan daya ekonomi pas-pasan sehingga hanya mampu memiiki hanya satu mobil saja bukan demi kenyamanan namun demi mencari nafkah. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya