Berita

Khasani Najmu Shifa/Net

Olahraga

Kalah Pengalaman, Shifa Raih Perunggu

Kurash
KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 10:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Indonesia menghibur diri di cabang kurash Asian Games 2018. Khasani Najmu Shifa memastikan medali perunggu bagi Merah-Putih di Jakarta kemarin.

Shifa hanya sampai semifinal dan kalah dari atlet kurash Uzbekistan, Dildor Shermetova di nomor 63 kg. Duel yang berlangsung selama tiga menit itu sebenarnya berakhir imbang dengan skor 1-1.

Akan tetapi, bantingan terakhir yang dilakukan oleh Shermetova membuat atlet kurash terbaik asal Uzbekistan itu berhak mela­ju ke final.


Karena bantingan itu pula, Shifa harus puas dengan med­ali perunggu setelah terhenti di semifinal.

Terlepas dari hasil ini, perempuan berusia 18 tahun itu patut bangga karena menjadi atlet kurash pertama yang meraih medali bagi Indonesia di Asian Games.

Kurash sendiri merupakan olahraga beladiri yang berasal dari Turki dan berkembang pesat di Uzbekistan.

"Saya tidak diberi target di ajang ini. Selain ini cabang baru lawan saya memang lebih pengalaman," ucap Shifa.

Medali diserahkan oleh President Kurash Asia (KCAO) Mr. Komil Ruziev dan Ketua Umum PB Kurash Indonesia Teuku Riefky Harsya dengan urutan Medali Emas kepada Shermetova Dildor (Uzbekistan), Medali Perak kepada Bayarbat Baasanjargal (Mongolia) dan Medali Perunggu kepada Shifa Kasani Najmu (Indonesia) dan Abdulmalikova Mukhlisa (Uzbekistan).

Teuku Riefky seusai pertandingan tetap puas walau Shifa kalah. Menurutnya, Shifa hanya kalah jam terbang di ajang ini.

PBKI menurunkan 14 at­let, 8 Pria dan 6 Wanita untuk mengikuti 7 kelas pertandingan dibawah asuhan Pelatih Denny Zulfendri dan Sugiri serta Manager Tim, Ira Purnama Sari. Untuk 4 kelas Pria terdiri dari Kelas -66 kg, -81 kg, -90 kg dan +90 kg, sedangkan 3 kelas Wanita terdiri dari Kelas -52 kg, -63 kg, -78 kg.

"Apa yang sudah dicapai Shifa sudah maksimal karena menjadi wanita Indonesia pertama yang meraih medali di kurash. Dia perlu mengasah diri lagi setelah ini. Sebab, Asian Games telah di depan mata," kata Teuku.  ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya