Berita

Ilustrasi/Net

Politik

LP3MI Daftarkan Diri Sebagai Pemantau Pemilu 2019

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 01:06 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Guna memastikan Pemilu serentak 2019 berjalan jujur, adil, bebas dan rahasia, maka diperlukan lembaga pemantau, termasuk melibatkan organisasi kemasyarakatan.

Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia mendaftarkan salah lembaganya yakni LP3MI (Lembaga Pemantau Pemilu Pemuda Muslimin Indonesia) sebagai lembaga resmi pemantau Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

"Nanti ada pemilu legislatif, ada juga pemilihan presiden. Kami mendaftarkan LP3MI sebagai pemantau resmi dan ikut berpartisipasi dalam pemantauan pemilu," kata Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/8).


Sementara, Direktur Eksekutif LP3MI, Saefulloh mengatakan pihaknya menyadari banyaknya jumlah peserta pemilu, tidak sebanding dengan SDM Bawaslu, terutama di tingkat Provinsi daerah.

Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kinerja pengawas sehingga bisa meningkatkan kualitas pemilu.

 "Pengawas di tingkat daerah jumlahnya sangat sedikit dibanding dengan peserta pemilu. Contohnya begini, satu dapil ada 10 calon untuk satu partai, dikali jumlah partai politik, belum ditambah lagi calon DPD Pesertanya saja belum ditambah tim suksesnya," ungkap Saefulloh.

Saefulloh menyebut target besar jumlah partisipasi pemilih yang mencapai angka 77,5 persen harus diikuti dengan kualitas dari pemilu itu sendiri. Ia menyebut pemilu berkualitas bisa diukur dengan kemampuan pemilih berdasarkan pilihannya sendiri.

"Mereka mampu dengan sadar tanpa intervensi untuk datang memilih, tapi dia termotivasi dengan visi dan misi dari kandidatnya bukan karena sogokan uang," tutur Saefulloh

Dalam UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pendaftaran dan verifikasi lembaga yang ingin menjadi lembaga pemantau pemilu harus mendaftar ke Bawaslu. Nantinya Bawaslu yang akan menentukan apakah lembaga tersebut diterima atau tidak pendaftarannya. [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya