Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Siapa Paling Berkuasa Di Indonesia

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 07:00 WIB

SEMULA saya menduga bahwa yang paling berkuasa di  Indonesia adalah presiden yang dahulu dipilih oleh MPR namun kemudian dipilih langsung oleh rakyat.

Rakyat

Berdasar fakta bahwa presiden dipilih oleh rakyat maka dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya yang paling berkuasa di persada Nusantara adalah rakyat.


Namun setelah melihat kenyataan bahwa suara rakyat memang sengit diperebutkan untuk memilih presiden hanya terbatas pada masa pemilu sementara setelah pemilu usai, suara rakyat langsung dilupakan maka dapat disimpulkan bahwa yang paling berkuasa di Indonesia adalah presiden seperti yang semula saya duga.

Ternyata rakyat sekadar semacam alat yang digunakan pada saat dibutuhkan pada masa kampanye namun setelah pemilu usai langsung dilupakan bahkan kalau perlu digusur atas nama pembangunan.

Pilihan Presiden

Mendadak terjadi suatu peristiwa di pertengahan bulan Agustus 2018 beberapa hari menjelang Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menampilkan kenyataan lain lagi.

Presiden yang telah menetapkan calon wakil presiden untuk mendampingi dirinya kembali berlaga di pilpres 2019 pada menit-menit terakhir sebelum mengumumkan sang calon wakil presiden pilihan presiden sebagai yang paling berkuasa di persada Nusantara masa kini di mana seharusnya kehendak yang paling berkuasa mustahil ditolak oleh siapa pun juga.

Paling Berkuasa

Namun das Sollen memang beda dengan das Sein. Ternyata kenyataan membuktikan bahwa presiden bukan yang paling berkuasa di Indonesia sebab terbukti tidak mampu mewujudkan pilihan dirinya sendiri namun harus tunduk kepada pilihan pihak yang lebih berkuasa ketimbang presiden.

Dan ternyata pihak yang lebih berkuasa ketimbang presiden maka berjaya menolak kehendak presiden sebagai tokoh yang semula saya duga adalah yang paling berkuasa di Republik Indonesia adalah tidak lain tidak bukan adalah para parpol sebagai akronim “partai politik”.

Maka berdasar hasil telaah kelirumologis terhadap realita peta kekuasaan di Indonesia yang sempat saya diskusikan bersama tidak kurang dari Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sebagai sesama cantrik mantan ajudan Jenderal Besar Soedirman merangkap mantan Menko Kesra Soepardjo Roestam, terpaksa saya harus kembali mengoreksi dugaan diri saya sendiri untuk menjadi suatu keyakinan tak terbantahkan tentang siapa sebenarnya yang paling berkuasa di persada Nusantara.

Kini saya merasa yakin bahwa yang paling berkuasa di Tanah Air Udara Tumpah Darah tercinta ini de facto bukan rakyat bukan presiden tetapi ternyata partai politik. Merdeka! [***]

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya