Berita

Politik

Pendiri: Yadi Hendriana Timses Jokowi Melanggar AD/ART IJTI

Dewan Pers Harus Hentikan Kerjasama
RABU, 22 AGUSTUS 2018 | 00:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keterlibatan Yadi Hendriana dalam tim kampanye nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menimbulkan polemik baru. Keterlibatan Yadi dinilai melanggar AD/ART Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

"Itu bertentangan dan melanggar prinsip dasar IJTI sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumahtangga (ART), Kode Etik Jurnalistik IJTI, mau pun Kode Etik Jurnalistik Indonesia Dewan Pers," kata pendiri IJTI, Haris Jauhari.

Pernyataan itu disampaikan Haris dalam sepucuk surat yang ditujukkan kepada Dewan Pers. Surat perihal Penghentian Kerjasama dengan IJTI tertanggal 21 Agustus 2018 yang dikirim Haris ditembuskan antara lain kepada pengurus IJTI pusat dan daerah, anggota dan para pendiri IJTI, organisasi dan komunitas pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).


Yadi Hendriana didapuk sebagai direktur kominfo tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf. Nama Yadi masuk timses Jokowi atas usul Partai Perindo, partai yang diawaki Ketua Umum Harry Tanoesoedibjo yang juga CEO MNC Group. Di korporasi Hary Tanoe, Yadi yang kini menjabat Ketua Umum IJTI aktif sebagai editor in Chief iNews (MNC Group).

Dalam suratnya Haris menyatakan pelanggaran terhadap prinsip dan aturan IJTI serta persoalan internal lain seperti dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan dalam pengelolaan keuangan IJTI selama dipimpin Yadi Hendriana akan diselesaikan secara internal dan melalui jalur hukum yang berlaku.

Khusus mengenai hubungan Dewan Pers dengan IJTI, guna menjaga martabat Dewan Pers, menegakkan Kode Etik Jurnalistik Indonesia Dewan Pers, dan menjamin terjaganya kerjasama yang bebas dari kepentingan politik dan penyalahgunaan keuangan serta kewenangan dalam organisasi jurnalis, Haris meminta Dewan Pers menghentikan seluruh kerjasama yang sedang dan akan berjalan dengan Pengurus Pusat IJTI, dan memeriksa semua bentuk kerjasama yang telah berjalan dalam enam bulan terakhir.

"Kecuali penggunaan ruang sekretariat IJTI di Gedung Dewan Pers," tulis dia dalam suratnya.

Sejalan dengan itu, Haris Jauhari juga meminta Dewan Pers menonaktifkan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi dan Ratna Komala dari semua proses yang berkaitan dengan masalah ini, mengingat yang bersangkutan bagian dari Pengurus Pusat IJTI saat ini.

Haris menegaskan hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pendiri dan ketua umum pertama IJTI yang namanya masih dicantumkan dalam susunan Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat IJTI saat ini. Tujuannya ialah turut menjaga kemerdekaan pers, nama baik Dewan Pers sesuai amanat IJU No 40/1999, serta upaya mengembalikan IJTI ke jalan yang sesuai dengan cita-cita pembentukan sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasi Pendirian IJTI dan Mukadimah AD/ART IJTI.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya