Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Gara-gara Atlet Jepang, Tempat Esek-esek Jakarta Dipelototi Polisi

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 | 15:12 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta diwarnai dengan pemulangan paksa atlet basket Jepang ke negara asalnya.

Empat atlet basket Jepang itu dipulangkan Japanese Olympic Committee karena terpergok sedang tidur dengan pekerja seks komersial di kawasan Kota, Jakarta Barat.

Keempat atlet basket yang dipulangkan ke Jepang adalah Yuya Nagayoshi,
Takuya Hashimoto, Takuma Sato, Keita Imamura. Mereka dipulangkan pada Senin (20/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Takuya Hashimoto, Takuma Sato, Keita Imamura. Mereka dipulangkan pada Senin (20/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saya merasa malu. Kami meminta maaf sebesarnya dan akan membimbing atlet kami mulai sekarang," ungkap chef de mission kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita.

Adapun kronologis kejadiannya, yakni para pemain basket Jepang tersebut dikabarkan keluar dari kampung atlet pada pekan lalu (Kamis, 16/8).

Setelah makan malam di luar, mereka menginap di hotel bersama pekerja seks komersil. Keempat atlet itu melakukan semua kegiatan di luar Asian Games 2018 dengan tetap pakaian atribut Timnas Jepang.

Informasinya, karena tak mau kecolongan, pihak kepolisian meningkatkan patroli di kawasan lokalisasi terselubung di kawasan Jakarta Barat. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya